Home Uncategorized Beberapa Kerugian Jika Sering Gesek Tunai Kartu Kredit

Beberapa Kerugian Jika Sering Gesek Tunai Kartu Kredit

by Happy Puspa

Bagi beberapa pemilik kartu kredit, gesek tunai kartu kredit adalah cara tercepat ketika kepepet kasus keuangan. Namun, benarkah cara tersebut?

Memang, kartu kredit memiliki fasilitas yang mampu mengfungsikan untuk gesek tunai kartu kredit di sejumlah merchant. Biasanya ada mesin EDC (Electronic Data Capture) berasal dari bank yang berada di dalam jaringan kartu kredit bank penerbit.


Sebagai contoh, mesin EDC Bank BCA yang menerima kartu kredit Mastercard dan Visa kartu kredit BCA. Selain itu, meski kartu kreditmu bukan berasal dari bank BCA, tetapi berada di dalam jaringan Mastercard, merchant selanjutnya senantiasa mampu memakainya untuk sedia kan jasa gesek tunai.

Dengan melakukan transaksi di Gestun Shopeepaylater ataupun merchant tersebut, seolah-olah Anda belanja sesuatu. Padahal, Anda menyita duwit tunai berasal dari merchant tersebut. Lalu, apakah gesek tunai selanjutnya dibenarkan? Dan apa saja kerugiannya?

Sebenarnya Bank Indonesia menghimbau pemilik kartu kredit untuk hindari gesek tunai kartu kredit. Alasannya, information transaksi gesek tunai rawan disalahgunakan oleh merchant, agar berpotensi menyebabkan kerugian konsumen. Mengapa gesek tunai kartu kredit senantiasa popular?

Pertanyaannya, mengapa masih banyak penduduk mengfungsikan fasilitas gesek tunai kartu kredit meski rawan penyalahgunaan information transaksi?

1. Tak ada limit

Dengan gesek tunai, Anda mampu meraih dana tanpa batasan. Biasanya, jika Anda menarik dana berasal dari ATM, Anda cuma mampu menarik dana lebih kurang 40 sampai 60 prosen berasal dari limit kartu kreditmu. Inilah alasan mengapa umumnya orang senang gesek tunai kartu kredit.

Namun bersama dengan fasilitas tersebut, sayangnya banyak pemilik kartu kredit lupa memelihara keseimbangan keuangannya agar menjadi boros. Akibatnya, gesek tunai menggiring pemilik kartu kredit terlilit pinjaman kartu kredit.

  1. Bunga
    Hal lain yang menggiurkan bikin umumnya orang yang senang gesek tunai kartu kredit, yakni bunga yang dikenakan melalui gesek tunai kartu kredit lebih rendah, lebih-lebih dibanding tarik tunai melalui ATM, karena hal ini dianggap transaksi ritel.

Saat ini, bunga transaksi ritel dikenakan 2,25 prosen per bulan, dan beberapa bank menerapkan bunga 2,95 prosen untuk tarik tunai di ATM, dan beberapa bank menerapkan bunga tarik tunai di ATM mirip bersama dengan transaksi ritel. Selain bunga, ada biaya lain jika Anda tarik tunai di ATM. Cermati keputusan yang berlaku di kartu kreditmu.

  1. Tagihan

Lalu, hal menggiurkan selanjutnya adalah perihal tagihan Moneysavers. Gesek tunai kartu kredit memotong biaya penagihan langsung pas Anda menarik duwit tunai.

Sebagai contoh, Anda menarik tunai bersama dengan gestun sebanyak Rp 2 juta, maka yang akan Anda dapatkan adalah Rp 1.940.000 karena sudah dipotong biaya penarikan sebesar 3 persen.

  1. Biaya penarikan tergolong rendah

Faktor lainnya adalah biaya penarikan gesek tunai kartu kredit tergolong rendah, dibandingkan bersama dengan penarikan di ATM yang mengharuskan nasabah membayar 4 prosen berasal dari nilai transaksi atau sekurang-kurangnya Rp 50 ribu. Gesek tunai kartu kredit cuma menghendaki nasabah membayar 2-3 prosen untuk biaya penarikan alias lebih murah.

Faktor inilah yang membawa dampak bank dan regulator keberatan bersama dengan maraknya gesek tunai kartu kredit karena bank berpotensi kehilangan pendapatan. Dan berasal dari segi edukasi keuangan, gesek tunai kartu kredit menggiring konsumen untuk konsumtif dan salah memperlakukan kartu kredit.

Related Posts