Home Bisnis Cara Budidaya Ikan Sepat Siam agar Cepat Besar dan Sehat
Ikan Sepat Siam

Cara Budidaya Ikan Sepat Siam agar Cepat Besar dan Sehat

by Happy Puspa

Cara budidaya ikan sepat siam bisa dikatakan mudah dan praktis, hal tersebut jugalah yang membuat banyak para peternak memilih jenis ikan ini untuk dibudidayakan. Selain itu, dikarenakan minat masyarakatnya cukup tinggi, membuat peluang bisnis pembudidayaannya pun sangat menjanjikan.

Panduan Serta Cara Budidaya Ikan Sepat Siam Mudah dan Praktis

Ikan sepat siam masih masuk ke dalam gurami air tawar dan baru masuk ke Indonesia di tahun 1934. Jenis ikan yang berasal dari negara Thailand ini tidak hanya untuk dikonsumsi saja, melainkan banyak digunakan sebagai penghias akuarium di rumah. Berikut cara budidaya ikan sepat siam dengan mudah. 

Cara Budidaya Ikan Sepat Siam

1. Pembuatan Kolam

Tahap pertama yang harus dilakukan untuk memulai pembudidayaan ikan sepat siam adalah menentukan jenis kolam budidayanya. Anda dapat menggunakan beberapa media seperti kolam beton, terpal hingga tanah. Sesuaikanlah dengan ketersediaan lahan serta modal yang telah disiapkan.

Mengenai ukuran cukup relatif tergantung kebutuhan dan skala pembudidayaan. Idealnya, kolam memiliki luas dimensi sekitar 50-300 meter hingga kedalaman air berkisar 70 sampai 100 cm.

2. Pengelolaan Kolam

Sebelum masuk ke tahap selanjutnya, proses berikutnya adalah memberikan pupuk organik ke dalam kolam. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan mikroorganisme yang nantinya akan menjadi pakan alami bagi ikan sepat siam. Dengan begitu, pertumbuhan serta perkembangbiakannya berjalan lancar.

Setelah proses pemberian pupuk organik dilakukan, diamkan selama kurang lebih 7 sampai 10 hari dan pintu keluar masuknya air ditutup. Pastikan bahwa pupuk organik telah disebar secara merata.

3. Pemilihan Induk

Cara budidaya ikan sepat siam berikutnya adalah memilih indukan yang nantinya akan dibudidayakan. Dalam proses ini, Anda dituntut untuk bisa memahami dan mengetahui mengenai penyeleksian induk berkualitas serta sehat . Selain itu, ketahui juga perbedaan antara jenis jantan maupun betina.

Untuk bisa membedakan jenis ikan berdasarkan kelaminnya, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Induk betina, umumnya memiliki sirip punggung yang cenderung lebih pendek dibandingkan dengan jantan. Selain itu, warnanya pun berbeda pada betina terlihat terang dan bersih.

4. Proses Pemijahan

Setelah proses pembuatan kolam telah selesai serta sudah mendapatkan indukan berkualitas, maka tahap berikutnya adalah pemijahan. Pertama-tama jantan akan membuat sarang yang berlangsung selama kurang lebih 1 atau dua hari saja. Setelah itu, barulah pembuatan buih dibawah jerami.

Kemudian, induk betina akan mengeluarkan telurnya tepat di bawah sarang yang telah dibuat oleh ikan jantan. Umumnya, telur akan menetas di hari kedua ataupun ketika sejak dilakukannya pembuahan. Anda tidak perlu langsung memberikan makan ke anakan ikan, karena larva memiliki pakan cadangan.

5. Proses Pemeliharaan

Ketika larva sudah berusia kurang lebih 7 hari, Anda belum boleh memberikannya pakan buatan karena bibit ikan sepat siam masih mengonsumsi plankton di dalam kolam. Biarkan terlebih dahulu selama 30 hari, lalu pisahkan dari induknya.

Pada saat usianya sudah menginjak 2 bulan dan memiliki ukuran sekitar 5-6 cm, maka mulailah untuk memberikannya pakan secara rutin yaitu 2 kali sehari. Anda bisa menggunakan pakan buatan berupa pelet, atau alternatif lainnya seperti kangkung dan daun singkong sebanyak 2-3 minggu sekali.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai cara budidaya ikan sepat siam. Setelah memastikan bahwa seluruh prosesnya telah dilakukan dengan baik dan benar, maka tibalah masa panen. Pemanen biasanya dapat berlangsung apabila ikan sudah berusia 3-4 bulan.

Related Posts