Home Uncategorized Cara Budidaya Cengkeh serta Pemupukan dan Pemeliharaan Cengkeh
budidaya cengkeh

Cara Budidaya Cengkeh serta Pemupukan dan Pemeliharaan Cengkeh

by Happy Puspa

Termasuk rempah asli Indonesia, nyatanya tak banyak masyarakat yang menanam tanaman ini di rumah. Padahal, cara budidaya cengkeh cukup mudah dilakukan, loh. Jika tak percaya, simak artikel berikut ini! Cengkeh termasuk tanaman yang cocok untuk tumbuh di kawasan tropis seperti Indonesia. Hanya saja, masih banyak yang enggan membudidayakan tanaman ini karena menganggapnya sulit. Pemikiran ini tak sepenuhnya salah, tetapi tidak sepenuhnya benar pula. Akan tetapi, selama Anda telaten maka pohon cengkeh yang ditanam akan tumbuh sehat dan subur.

Cengkeh salah tanaman perkebunan yang dapat dimanfaatkan berbagai keperluan baik sebagai obat maupun keperluan industri yang lainya yang sangat membutuh cengkeh sebagai salah satu bahan baku, maka dari itu untuk mendapat hasil panen cengkeh yang berkualitas perlunya teknik budidaya tanaman cengkeh yang baik dan benar supaya hasil panennya mendapat kualitas yang bagus harga jual pada cengkeh akan menjadi tinggi sesuai dengan harapan para petani cengkeh.

CARA BUDIDAYA CENGKEH

1. Cara Budidaya Cengkeh : Persemaian dan Pembibitan

Proses budidaya cengkeh biasanya dimulai dari kerja pembibitan dan persemaian. Agar bisa memperoleh dan menghasilkan pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, maka kerja pembibitan dan persemaian harus dilakukan secara baik, cermat dan teliti. Dalam memilih tempat persemaian, ada beberapa faktor yang diperhatikan :

1. Tanah harus subur dan mudah diairi (terutama pada musim kemarau)

2. Tempat persemaian harus terlindungi dari angin kencang

3. Tempat strategis (misalnya mudah mengangkut benih dan dekat dengan areal tanam)

2. Cara Budidaya Cengkeh Tahap-tahap kerja yang harus dilakukan dalam persemaian:

1. Membuat patok atau tanda pada tanah yang akan dicangkul. Lebarnya maksimal 175 cm dan panjangnya maksimal 5 m, atau ditentukan secara kondisional dengan cara melihat lahan atau medan.

2. Di antara bedengan persemaian diberi parit air kira-kira 50 cm.

3. Pencangkulan tanah yang akan dibuat bedengan sedalam kira-kira 30 cm.

4. Membersihkan rerumputan dan tanaman pengganggu lainnya hingga ke akar-akarnya.

5. Pencangkulan diulangi 3 kali untuk menggemburkan tanah, kemudian digulut kira-kira 20 cm di atas permukaan parit.

6. Sekeliling tiap gulutan/bedengan persemaian diberi penahan (amping) supaya tanah persemaian tidak larut kena air.

7. Tanah dicampur dengan pupuk kandang yang telah masak rata-rata 1 blek tiap 3m2 atau kondisional , melihat intensitas kesuburan tanah.

8. Memasang peneduh setinggi rata-rata 2 meter dengan atap alang-alang, daun kelapa atau jerami.

9. Tiap-tiap gulutan/bedengan disemprot dengan insektisida atau dicampur bubuk incex untuk membunuh ulat tanah, gangsir, rayap, dan lain-lain, yang senang memakan bibit cengkeh.

Setelah semuanya siap, biji mulai ditanam. Pilihlah biji kualitas terbaik atau unggul. Biji bisa disediakan sendiri jika mempunyai induk tanaman cengkeh yang bagus. Jika tidak punya benih yang bagus, sebaiknya mencari di toko-toko pertanian dan tanaman yang terpercaya.

Jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 1 tahun, maka jarak tanamnya 20×20 cm. Jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 2 tahun, maka jarak tanamnya 30×30 cm. Sebaiknya biji dikecambahkan dulu, kurang lebih selama 5 hari sehingga pertumbuhan akarnya lurus dan baik. Caranya, biji ditempatkan pada keranjang-keranjang pipih yang diberi tanah secukupnya. Biji cengkeh ditaruh berjajar rata pada tempat tersebut.

3. Cara Budidaya Cengkeh Persiapan Lahan

Dalam mempersiapkan lahan, yang harus dilakukan adalah

1. Pembersihan lahan (bekas tunggak atau akar kayu yang dapat menyebabkan rayap atau jamur akar) yang kemudian dilanjutkan dengan pengolahan tanah.

2. Pembuatan lubang tanam yang biasanya disiapkan sejak bulan Juli sampai dengan September dan ditutup pada bulan Oktober, tujuannya agar lubang dan tanah galiannya terkena panas yang cukup lama. Ukuran (panjang, lebar dan kedalaman) yang biasa digunakan dalam pembuatan lubang tanam yaitu : (i) 60x60x60 cm, (ii) 80x80x80 cm, dan (iii) 1x1x1 m.

3. Pada 2 minggu sampai 1 bulan sebelum tanam, tanah diberi pupuk kandang yang telah menjadi tanah atau kompos sebanyak 5 – 10 kg/pohon.

4. Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.

4. Cara Budidaya Cengkeh Penanaman

Penanaman dilakukan apabila semua persiapannya, misalnya teras ering telah baik, peneduh alam atau buatan telah siap, lubang-lubang tanam yang memenuhi syarat telah ditutup kembali, serta jarak tanam telah ditentukan. Jarak tanaman yang biasa digunakan pada penanaman cengkeh tidak sama tergantung pada ketinggian dan kemiringan tanah.

Jarak tanam pada tanah datar 8 m x 8 m = 156 pohon dan pada tanah agak miring minimal 6 m x 6 m = 256 pohon, atau dapat dibuat bervariasi 8 m x 6 m = 200 pohon, 6 m x 7 m = 238 pohon, 7 m x 8 m = 178 pohon. Bila terdapat gangguan- gangguan yang dapat merugikan, jarak tanam dapat dibuat lebih rapat lagi, misalnya 4 m x4 m = 625 pohon.

Penanaman cengkeh dilaksanakan pada awal musim hujan. Dalam penanamannya dilakukan pula pola tanam campuran (polikultur) dengan sistem tanam pagar, yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur – Barat) misalnya 12 m x 5 m atau 14 m x 6 m sehingga tersedia ruangan untuk tanaman sela atau tanaman campuran. Tanaman campuran dapat dilakukan pada tanaman yang belum produktif dan atau kurang produktif.

Beberapa tanaman campuran yang dapat digunakan antara lain: kacang tanah, kacang tunggak, jagung, dan tanaman lain kecuali ketela pohon karena ketela pohon menyerap banyak garam-garam mineral dari dalam tanah dan tidak dikembalikan sehingga sangat cepat mengurangi kesuburan tanah.

PEMUPUKAN DAN PEMELIHARAAN

Setelah bibit cengkeh ditanam ke lapangan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pada tanaman cengkeh, pemeliharaan merupakan periode yang panjang, yaitu selama tanaman yang diusahakan tersebut dianggap masih menguntungkan secara ekonomis

1. Pengelolaan Lahan dan Tanaman

Penggemburan Tanah dan Sanitasi Kebun.

a. Tanaman cengkeh yang berumur 1 – 5 tahun merupakan periode kritis, sekitar 10 – 30 % tanaman yang telah ditanam di lapangan mengalami kematian atau perlu diganti /disulam karena berbagai sebab, seperti hama penyakit, kekeringan, kalah bersaing dengan gulma, atau penyebab lainnya.

b. Penggemburan tanah di sekeliling tanaman di daerah sekitar perakaran di cangkul dangkal (± 10 cm) sekurang-kurangnya 2 kali setahun, pada awal dan akhir musim hujan sekaligus sebagai persiapan pemupukan

c. Gulma atau alang – alang harus dibersihkan sampai akar – akarnya dengan cangkul / garpu atau dengan penyemprotan herbisida.

2. Pengaturan Naungan

a. Pada stadia awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan naungan yang cukup. Ada dua naungan yang digunakan, yaitu:

a) Naungan buatan / sementara
Dapat menggunakan daun nyiur yang dianyam, atau kepang dari bamboo hingga umur tahun.

b) Naungan alami
Sekitar tanaman di kanan / kiri dan di belakang sebaiknya ditanami dengan pupuk hijau. Maksudnya untuk menahan teriknya sinar matahari, menahan angin dan mematahkan jatuhnya hujan yang lebat. Pohon peneduh yang ditanam biasanya Theoprocia, Flumingia, Congesta, yang bukan merupakan saingan akar

b. Naungan buatan diadakan maksimal untuk dua periode musim kemarau setelah penanaman.

c. Bila naungan alami (pohon peneduh) sudah terlihat gelap harus segera dipangkas, pangkasan dimasukkan ke dalam rorak (sebagai humus). Jangan memangkas pada musim kemarau karena akan merugikan.

d. Setelah tanaman cengkeh mencapai umur 5 tahun naungan alami (pohon peneduh) sama sekali dihilangkan, karena tanaman sudah tahan terhadap semua pengaruh dari luar.

3. Penyulaman

a. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, yaitu untuk menghindari kematian tanaman karena kekurangan air

b. Bibit sulaman yang digunakan berasal dari sumber benih dan umur yang tidak jauh berbeda dengan tanaman yang telah ditanam.

4. Penyiraman

a. Pada awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan kondisi tanah yang lembap, sehingga pada musim kemarau perlu adanya penyiraman. Setidaknya penyiraman dilakukan 2 – 3 kali sehari. Penyiraman dilakukan pada sore hari setelah pukul 15.00 karena saat sore hari keadaannya sejuk dan tidak akan terjadi penguapan yang banyak sehingga air dapat diserap oleh
akar dalam jumlah yang banyak

b. Pada tanaman dewasa penyiraman kurang diperlukan lagi, kecuali pada kondisi iklim ekstrim kering.

5. Pemasangan Mulsa

Pemasangan Mulsa dilakukan menjelang musim kemarau. Tujuannya untuk menjaga kelembaban tanah di sekitar tanaman dan memberikan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan akar.

6. Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi cengkeh setelah panen. Berdasarkan pola penyebaran akarnya, penempatan pupuk pada tanaman cengkeh dilakukan di bawah proyeksi tajuk dan bagian dalam tajuk(Ali, 2015). Pemupukan diberikan 2 kali dalam setahun, yaitu saat awal musim hujan (akhir musim kemarau) dan saat awal musim kemarau (akhir musim hujan).

Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik, baik tunggal maupun berupa pupuk majemuk dalam bentuk butiran maupun tablet. Pupuk organic berbentuk butiran (UREA, TSP/SP-36, KCI, Kieserit) diberikan pada proyeksi tajuk 2/3 bagian dan 1/3 bagian di bawah bagian dalam tajuk yang dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Pupuk anorganik berbentuk tablet, diberikan dalam 8 lubang tugal (4 lubang di bawah proyeksi tajuk daun 4 lubang di bawah tajuk bagian dalam) sedalam 10 -15 cm, pupuk tablet hanya setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan.

Related Posts