Home Uncategorized Cara Mengemas Makanan Ringan

Cara Mengemas Makanan Ringan

by Happy Puspa

Cara mengemas makanan ringan yang kekinian, saat ini mulai menjamur dan mudah ditemui. Baik itu di minimarket, supermarket, bahkan hingga toko-toko kecil. Persaingan bisnis makanan ringan yang kian banyak membuat para pengusaha berlomba-lomba menarik perhatian konsumen lewat banyak cara. Salah satunya ya mempercantik kemasan produk.

Pada dasarnya, kemasan memang memiliki fungsi utama yaitu sebagai pelindung untuk produk makanan. Namun, kian hari peran packaging sudah mulai melebar hingga menyentuh ranah branding suatu produk. Alhasil, kemasan dapat menjadi kunci pertama sekaligus utama dalam menarik perhatian seorang konsumen.

Plastik kemasan makanan ringan seperti apa sih yang bisa memenuhi syarat kesehatan? Sebagai produsen, harus bertanggung jawab atas produk yang konsumen terima dan konsumsi. Salah satunya tentu dengan memerhatikan proses pengemasan agar bisa menjamin higienis dan aman untuk konsumen.

Kali ini kita akan sama-sama belajar tentang kemasan untuk makanan ringan. Mulai dari bahan mengemas makanan ringan, fungsi desain mengemas makanan ringan, model kemasan untuk mengemas makanan ringan, tips cara mengemas makanan ringan, hingga pengaruh kemasan terhadap penjualan.

Bahan Mengemas Makanan Ringan

Menemukan bahan kemasan yang cocok untuk cara mengemas makanan ringan memang cukup sulit. Karena setiap produk makanan ringan pasti memiliki tingkat keunikan dan sensitivitas sendiri terhadap banyak hal yang dapat memengaruhi penurunan kualitasnya.

Jika jenis produknya kering, produsen bisa menggunakan kemasan standing pouch economy OPP yang dapat membuat produk stand-out dan terlihat semakin menarik. Kemasan ini sangat cocok untuk produk makanan kering yang memiliki harga jual ekonomis.

Namun, jika makanan ringan cenderung memiliki kadar minyak yang cukup banyak, penggunaan kemasan standing pouch nylon bisa memberikan perlindungan yang maksimal. Bahan nylon tidak menyerap minyak dan air sehingga sangat manjur dalam melindungi produk yang memiliki minyak ataupun air.

Dari sini dapat dipahami bahwa pemilihan bahan kemasan sangat berpengaruh bagi kualitas produk dalam jangka yang panjang. Jadi, pastikan bahan pengemas sudah benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik produk terlebih dahulu.

Tips Cara Mengemas Makanan Ringan

cara mengemas makanan ringan

Selanjutnya, yang dipelajari dahulu ya beberapa langkah dan tips cara mengemas makanan ringan. Ingat, pemilihan kemasan sangat berpengaruh pada karakter dan daya simpan produk.

1. Tentukan Jenis Kemasan

Secara perlindungan, plastik bening memang baik untuk melindungi makanan ringan. Namun, hal ini tidak akan cukup untuk mendongkrak penjualan. Karena kemasan plastik bening jelas kurang eye catching di mata konsumen. Oleh karena itu, sangat penting untuk memikirkan alternatif kemasan plastik lain yang lebih menarik.

2. Pilih Bentuk Mengemas Makanan Ringan

Selanjutnya, cara mengemas makanan ringan yang tak kalah penting adalah memilih bentuk kemasan. Dua produk makanan ringan dengan jenis, varian, dan netto yang sama dapat berdampak berbeda bagi konsumen. Andai jika pengemasan makanan ringan pertama biasa-biasa saja, konsumen bisa dengan mudah mengalihkan minat ke makanan ringan yang kedua karena lebih menarik.

Pilihan bentuk kemasan untuk makanan ringan juga banyak ragamnya. Mulai dari sachet, standing pouch, side gusset pouch, dan masih banyak lagi. Sesuaikan bentuk kemasan dengan karakteristik produk dan target market. Zaman sekarang pilihan kemasan standing pouch akan jauh lebih ampuh untuk memikat hati pembeli.

3. Bahan Mengemas Makanan Ringan Sesuai Segmen

Pemilihan bahan untuk kemasan juga harus menjadi perhatian berikutnya. Andai jika produk makanan ringan hanya bisa dijual di pasar, mungkin kemasan plastik biasa sudah cukup. Tapi, bahan itu tidak akan bisa bersaing dengan produk sejenis jika pemasarannya hanya lewat minimarket atau marketplace.

Kemasan kekinian, kini mulai banyak yang memakai bahan seperti metalize atau nylon. Bukan hanya itu, visual kemasan juga dibuat full color supaya lebih mudah bersaing dengan kompetitor yang lebih besar. Jadi, perhatikan segmen pasar ketika akan menyiapkan bahan kemasan untuk makanan ringan ya.

4. Perhatikan Batas Layak Konsumsi Makanan Ringan

Kode Produk dan Expired Date merupakan sederet angka, huruf, maupun gambar (barcode) di kemasan produk, Kode tersebut dapat di atur dengan penyetelan.

Yang mana Kode Produksi penting sekali peranannya untuk para konsumen sebelum mengkonsumsi sebuah produk, karena hal tersebut bisa menjamin kualitas dari produk terutama jenis makanan dan minuman serta untuk memperoleh kepercayaan dari konsumen terutama jenis makanan dan minuman.

Karena dengan ditampilkan Kode Produksi dan Expired Date di kemasan suatu produk. Maka konsumen bisa mengetahui masih layak atau tidakkah produk yang akan dikonsumsi. Karena pentingnya fungsi tersebut maka mesin coding ini layak untuk di miliki sebagai penunjang usaha.

Oleh sebab itu, sebagai pengusaha wajib memberikan jaminan bahwa produk ini berkualitas dan aman untuk dikonsumsi. Yakni dengan menampilkan Kode Produksi dan Expired Date yang benar.  mencantumkan kode produksi atau kadaluwarsa pada kemasan makanan / minuman sangat penting, Karena di jaman sekarang hal pertama yang orang lakukan saat akan membeli makanan melihat apakah produk tersebut tetap layak dikonsumsi atau tidak, dengan cara melihat kode produksi.

5. Fitur Yang Tepat Untuk Mengemas Makanan Ringan

Selanjutnya adalah dengan melihat fitur yang benar dan tepat, maksudnya adalah memilih kemasan yang digunakan untuk produk makanan tesebut tepat atau tidak. Misalnya vakum atau zipper. Biasanya vakum digunakan mengemas produk untuk meningkatkan daya tahan atau lama kadaluarsa suatu makanan. Sedangkan kemasan dengan fitur zipper dapat melindungi dari paparan cahaya matahari dan oksigen.

6. Material Yang Tepat Untuk Mengemas Makanan Ringan

Selanjutnya adalah memilih material yang tepat untuk kemasan produk. Apabila ingin makanan yang dikemas tidak cepat basi maka gunakan kemasan yang berbahan dari material nylon. Karena dengan menggunakan bahan ini udara yang keluar tidak bisa masuk kembali.Sehingga bebas dari kuman yang dapat menyebabkan makanan basi.

7. Kemasan Makanan Ringan Harus Kedap Udara

Salah satu kriteria kemasan yang baik adalah kedap udara. Karena banyak sekali faktor dari luar seperti partikel, udara, debu dan virus yang bisa menganggu kesehatan. Maka pastikan kemasan yang di gunakan tersebut aman sehingga tidak terkontaminasi oleh kuman. Dengan memperhatikan kemasan yang kedap udara maka bisa menjaga pula rasa dan tekstur makanan.

8. Kemasan Makanan Ringan Harus Kedap Air

Kantong makanan yang kedap air banyak disukai untuk mengemas berbagai macam makanan ringan. Karena sifatnya yang mampu menahan air dan fleksibel untuk berbagai produk menjadi pilihan yang sangat tepat. Hal tersebut dikarenakan beberapa makanan ringan sangat rentan dengan air yang akan menurunkan kualitasnya apabila terkontaminasi.

9. Hindari Kemasan Makanan Yang Berbahan Styrofoam

Hindari menggunakan jenis kemasan yang berbahan dari Styrofoam karena selain tidak sehat untuk digunakan bahan ini juga tidak aman. Mungkin kita sering sekali menemukan berbagai makanan yang dibungkus dengan menggunakan kemasan tersebut. Bahan ini dipakai karena dinilai relatif sangat murah dan tahan panas. Walaupun sudah dilapisi kertas minyak namun resiko larutnya material kimia sangat mungkin terjadi.

10. Hindari Kemasan Makanan Ringan berbahan Logam

Kemasan dengan menggunakan bahan dari logam berdampak sangat buruk bagi kesehatan. Kualitas logam yang rendah memiliki resiko mudah mengelupas dan berkarat. Mungkin kemasan dengan menggunakan bahan dari logam ini memang efektif untuk mengemas makanan ringan dalam jangka panjang. Namun alangkah lebih baiknya jika menggunakan kemasan yang jauh lebih aman.

Demikianlah cara mengemas makanan ringan yang dapat anda praktekan di rumah menggunakan cara yang telah diulas diatas. Anda dapat menggunakan mesin vacuum sealer untuk menghilangkan oksigen yang ada didalam kemasan agar makanan yang didalmnya awet. Selamat mencoba dirumah dan semoga berhasil.

Related Posts