Home Uncategorized Cara Mengolah Biji Kopi Robusta

Cara Mengolah Biji Kopi Robusta

by Happy Puspa

Cara Mengolah Biji Kopi Robusta? Bagaimana Caranya? Apakah biji kopi robusta hanya dapat di olah di perusahaan/tempat-tempat tertentu saja? Apa saja karakteristik biji kopi robusta?

Halo selamat pagi semuanya, bagaimana kabarnya kalian? Semoga kalian tetap sehat dan tetap berada di bawah lindungan Tuhan YME, melihat situasi dengan pandemi yang tak kunjung kelar ini. Tetap aga kesehatan ya teman-teman dan angan lupa untuk selalu menjalani ProKes yaitu 3M.

adi kali ini aku akan membagikan bocoran bagaimana sih cara mengolah biji kopi robusta? Yang tentunya hanya dapat di olah di tempat-tempat tertentu yang kualitasnya sudah di amin ya teman-teman.

aku uga bakal awab pertanyaan-pertanyaan kalian yang di atas. tentunya kalian harus mengetahui bagaimana cara mengolah bii kopi robusta, terutama bagi kalian pecinta/penikmat kopi.

Mengapa kita harus mengetahui bagaimana cara pengolahan bii kopi robusta? Karena kalau kita hanya tahu menikmati/meminum kopi saa,

Di ibaratkan kita makan tapi tidak tahu cara masaknya. adi kalian di tuntut untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan biji kopi robusta ya temen-temen.

Oke langsung aja kita lanjut ke cara Mengolah Biji Kopi Robusta, namun sebelum kita berlanjut ke Cara Mengolah Kopi Robusta kalian harus mengetahui terlebih dahulu apa itu kopi robusta,

Apa saja karakteristik biji kopi robusta, bahkan asal mula biji kopi Robusta ini. Yuk di simak penjelasan yang telah aku siapkan di bawah ya temen-temen.

Apa Itu Kopi Robusta?

kopi robusta

Robusta adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki nama lain/nama latin Coffea canephora. Asal nama Robusta ini diambil dari kata ‘Robust’ yang dalam bahasa inggris artinya adalah kuat.

Sesuai dengan namanya minuman yang diekstrak dari biji Kopi Robusta memiliki cita rasa yang kuat, serta rasa yang cenderung lebih pahit dibandingkan dengan Kopi Arabika.

Kopi Robusta juga banyak digunakan sebagai bahan baku kopi siap sai (instant) sebagai pencampur kopi racikan (blend).

Bahkan biji Kopi Robusta dianggap sebagai inferior dan dihargai lebih rendah dibanding arabika. Selain itu, produksi Kopi Robusta secara global juga menempati urutan kedua setelah Kopi Arabika.

Tahukah kamu, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil Kopi Robusta terbesar di dunia. Sebagian besar perkebunan kopi di negeri ini ditanami dengan Kopi jenis robusta, sisanya ditanami dengan Kopi Arabika, Kopi Liberika, dan Kopi Excelsa.

Sejarah Kopi Robusta

Kopi Robusta pertama kali ditemukan di Kongo tepatnya pada tahun 1898 oleh seorang ahli Botani dari Belgia.

Pengembangan Kopi Robusta berawal dari wabah penyakit karat daun atau Hemileia Vastratix yang menyerang tanaman Kopi. Pada awalnya Kopi Arabika yang berkembang lebih dulu sebelum kedatangan jenis Kopi Robusta.

Pada tahun 1878 sebagian besar perkebunan Kopi di Indonesia telah rusak akibat penyakit tersebut, pada saat yang bersamaan, Belanda pun mengganti Kopi Arabika dengan Kopi Liberika.

Namun kejadian yang sama terjadi juga pada Kopi Liberika tepatnya pada tahun 1890, kemudian pada tahun 1902 mereka kedatangan jenis Kopi Robusta yang pada akhirnya Kopi Liberika tergantikan oleh Kopi Robusta pada tahun 1907.

Hingga sampai saat ini perkebunan Kopi di Indonesia pun di dominasi oleh Kopi Robusta. Bahkan dalam perdagangan Kopi komoditas global, Indonesia merupakan negara penghasil Robusta terbesar ke-2 setelah Vietnam dan Brazil.

Karakteristik Kopi Robusta

karakteristik biji kopi robusta

Ukuran

Biji Kopi Robusta memiliki bentuk yang bulat juga padat, serta cenderung lebih kecil dan teksturnya agak sedikit kasar.

Aroma

Aroma pada biji Kopi Robusta mirip dengan cokelat, teh hitam, dan kacang-kacangan. Walaupun setelah diolah menjadi minuman Kopi Robusta memiliki aroma seperti kayu.

Cita Rasa

Kopi Robusta memiliki rasa yang cenderung lebih pahit di antara jenis Kopi yang lain, meskipun demikian  Kopi Robusta juga tidak kalah peminatnya dengan jenis Kopi yang lain.

Ketinggian Tempat Tanam

Kopi Robusta juga dapat tumbuh di ketinggian yang mencapai sekitar 700-1.700 MDPL dengan suhu 16-20°C.

Kadar Kafein

Kopi Robusta memiliki kadar kafein yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Kopi Arabika, kadar kafein Kopi Robusta yaitu sebesar 2,2%.

Cara Mengolah Kopi Robusta

cara mengolah biji kopi robusta
  1. Sortir Kopi

Hal utama yang harus dilakukan dalam mengolah kopi robusta adalah dengan cara menyortir biji kopinya terlebih dahulu.

Pilihlah biji kopi yang sesuai kualitasnya standar dan tidak cacat, serta sortir dengan cara membersihkannya dari ranting, daun dan lainnya. Kotoran tersebut harus segera dibuang agar tidak merusak mesin pengupas.

  1. Kupas Kulit Kopi

Setelah penyortiran dilakukan, langkah selanjutnya adalah dengan cara mengupas kulit kopi dengan mesin yang tersedia. kamu juga dapat mengolahnya sendiri di rumah dengan menggunakan mesin kopi

Dan pastikan untuk memisahkan biji kopinya berdasarkan ukuran, agar mendapat ukuran yang sesuai.

  1. Pencucian Biji Kopi.

Tidak hanya mengupas kulit biji kopinya, biji kopi juga harus dilakukan pencucian yang bersih untuk menghilangkan sisa lendir pada kulit.

Pencucian bisa dikerjakan secara manual untuk kapasitas kecil, yakni dengan menggunakan ember.

  1. Robusta Wet Process (RWP)

Cara selanjutnya adalah pemrosesan kopi robusta, yaitu RWP atau Robusta Wet Process. Dengan cara ini biji kopi akan dilakukan pengupasan kulit dan pencucian sampai benar-benar bersih,

Di mana air merupakan kunci paling utama dalam proses ini. Namun kalian harus berhati-hati pada saat mengolahnya, karena apabila biji kopi telah terkontaminasi jamur, itu dapat membuat cita rasa kopi menjadi berubah dan tidak enak.

Manfaat Kopi Robusta

1.Meningkatkan Kesehatan Pembuluh Darah

Kafein yang terkandung dalam Kopi Robusta juga mampu menaikkan tekanan darah seseorang. Namun yang terjadi dalam hal ini hanyalah dalam waktu yang relative singkat (short-time).

2. Mengurangi Kolesterol Jahat Dalam Tubuh

Tahukah kamu di dalam tubuh manusia terdapat dua jenis kolesterol, yakni kolesterol baik (High Density Lipoprotein/HDL) dan kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein/LDL).

Dalam jumlah yang berlebihan, kolesterol jahat/LDL dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti stroke, serangan jantung, dan gangguan kardiovaskuler lainnya.

3.Mengurangi Risiko Penyakit Jantung/Serangan Jantung

Mengonsumsi Kopi setiap hari juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, dari hasil sebuah penelitian dapat menunjukkan bahwa 41 ribu wanita yang mengonsumsi Kopi setiap hari.

4.Mengurangi Risiko Kanker

Penyimpulan tersebut terbukti dengan hasil riset yang hampir 100%. Pada sejumlah study yang melibatkan 67 ribu wanita yang mengonsumsi Kopi sebanyak 4 cangkir Kopi setiap harinya, Sejumlah 25% di antaranya telah terhindar dari risiko penyakit kanker.

5.Menghambat Penuaan Dini

Tentu saja semua orang menginginkannya. Namun riset dari para ahli dapat membuktikan bahwa meminum Kopi 2-3 kali setiap harinya dapat membantu proses menghambat penuaan dini sebanyak 10%.

Related Posts