Home Uncategorized Cara Merawat Marmut Agar Cepat Beranak
Cara Merawat Marmut Agar Cepat Beranak

Cara Merawat Marmut Agar Cepat Beranak

by Happy Puspa

Cara merawat marmut agar cepat beranak merupakan hal yang sangat perlu kita pahami dari pihak yang memelihara. Seperti yang kita ketahui, marmut adalah hewan yang kecil dan menggemaskan. Kami sering menyebut hewan ini tikus belanda.

Guinea pig juga merupakan sebutan untuk hewan lucu yang memiliki kemiripan dengan hamster di bagian wajah dan kelinci di bagian samping badan.

Kamu tahu? Tak sedikit orang yang menjadikan hewan ini sebagai hewan peliharaan karena tingkahnya yang imut dan tubuhnya yang mungil. Apakah Anda tertarik untuk menyimpannya juga? Jika iya, Anda perlu mengetahui cara merawat hewan ini agar tidak salah.

Kisaran harga marmut di Indonesia saat ini mulai dari Rp. 35.000 – Rp. 6000.000, harga marmut ini bervariasi tergantung pasar.

Berikut ini cara merawat marmut yang baik dan benar.

Beberapa Jenis Marmut yang Dapat Anda Pelihara

Beberapa Jenis Marmut yang Dapat Anda Pelihara

Salah satu cara budidaya marmut adalah dengan memperlakukannya seperti anak kecil. Pikirkan Marmut seperti bayi yang kita rawat dengan cinta yang besar.

Guinea pig adalah hewan yang cerdas. Ia dapat menanggapi setiap perlakuan manusiawi dari pemiliknya. Seperti Fuzzberta ini, dia diminta memotret. Mengenakan pakaian dan kacamata juga diam dan reaktif.

1. Marmut Lokal atau American

Jenis marmut pertama yang akan sering Anda lihat adalah marmut lokal atau Amerika. Marmot lokal memang masih berada di habitat yang sama dengan marmot Amerika.

Karena itu, mereka dianggap sama, tetapi hanya berbeda ras. Bulu marmut lokal ini juga tergolong pendek. Harganya sendiri berkisar kira kira Rp. 15.000 hingga Rp. 100.000 per ekor.

2. Marmut Texel

Jenis marmot berikutnya adalah marmot Texel. Marmut ini memiliki tubuh yang sangat imut. Tubuhnya yang gemuk dan manis membuat ketagihan para pecinta marmut. Sayangnya, spesies ini sangat sulit didapat karena jarang sekali manusia membudidayakan marmut ini.

Jika bisa menemukannya di toko, Anda perlu menyiapkan bujet sekitar Rp 3.000.000.
Alpaka Marmut ini mirip dengan Texel Marmut. Perbedaannya terlihat pada bulunya, yang tidak sepanjang Texel Marmut. Bulu alpaka keriting dan manis juga.

Untuk membeli marmut ini, Anda perlu menyiapkan dana sekitar Rp 2.000.000 hingga 3.000.000. Namun perlu kita ketahui bahwa marmut jenis ini memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah, maka dari itu Anda perlu ekstra hati-hati saat merawat marmot agar umurnya bisa panjang.

3. Marmut Abbysinian

Selanjutnya adalah marmut berambut panjang bernama Abbysinian Marmut. Marmut ini dikatakan cukup unik karena memiliki tulang belakang di tubuhnya dan rambut panjang yang hampir menutupi wajahnya. Harga marmut jenis ini berkisar Rp 1 juta. Agar bulunya tetap bagus, Anda perlu memperhatikan cara Anda merawat marmut ini.

4. Marmut Peruvian

Marmut Peruvian merupakan salah satu jenis marmot yang harganya cukup tinggi yaitu sekitar Rp 2.000.000. Tak heran, penampilan marmot begitu unik.

Bulu marmot ini sangat panjang dan halus. Jika mereka berjalan, bulu mereka terlihat seperti menyapu lantai. Wow, kelihatannya menggemaskan, bukan?

Manfaat Merawat Marmut

Manfaat Merawat Marmut

Siapa bilang merawat marmut Itu berbahaya? Sebaliknya, marmut merupakan hewan yang memiliki banyak manfaatnya jika kita bandingkan dengan risikonya. Faktanya, orang mengatakan bahwa memelihara marmot lebih baik jika kita bandingkan dengan memelihara hamster. Inilah alasannya:

1. Memelihara Marmut tidak Menggigit seperti Hamster

Dari segi penampilan, hamster lebih imut jika kita bandingkan dengan marmot, namun dari segi karakter, marmot lebih ramah lingkungan dan ceria. Berbeda dengan hamster dan kelinci, hewan ini tidak suka menggigit pemiliknya. Beberapa marmot suka menggigit dan agresif terhadap pemiliknya, sedangkan kelinci suka berlari di depan pemiliknya.

2. Cara Merawat Marmut Sangat Mudah

Marmut adalah hewan peliharaan yang mudah, bahkan untuk pemula. Sejak lahir, hewan pengerat ini sudah bisa mandiri. Rata-rata, makanan marmot yang sedikit lebih tua dapat menemukan makanan dan mencukupi kebutuhan sendiri.

Saat marmot marah, mereka biasanya mengatupkan gigi, tetapi tidak menggigit. Makanan marmot bisa berupa tumbuhan dan sayuran karena bersifat herbivora. Jangan lupa sediakan air minum untuk kebutuhan sehari-hari.

3. Marmut Hewan Lucu

Marmot adalah hewan pengerat yang lucu. Itulah salah satu kelebihannya. Wajahnya bulat dan menggemaskan, bila besar bisa seukuran kaki orang dewasa. Mudah bagi kami bermain dengannya, apalagi kondisinya selalu bersih. Akan sangat menyenangkan jika mereka menjadi teman hidup kita.

4. Cara Merawat Marmut Mudah Diternakkan dan Dijual

Jika Anda serius ingin terjun ke bisnis ini, Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan dari marmut. Karena dagingnya sendiri memiliki banyak manfaat, banyak dokter yang mengatakan bahwa daging marmot memiliki khasiat dan obat untuk kemandulan, patah tulang, penyakit hati, dan nefritis.

Oleh karena itu, Anda bisa menjualnya ke hobi di pasar untuk kita konsumsi, kita juga bisa menjadikannya hewan peliharaan.

5. Marmut Ramah Dipelihara oleh Anak Anak Sekalipun

Tidak benar bahwa marmut berbahaya untuk dipelihara. Padahal hewan ini sangat bersahabat bahkan kepada anak-anak, seperti yang saya tulis di atas bahwa hewan ini tidak suka menggigit dan memberontak. Namun orang tua tetap harus mengawasinya agar marmot tidak terjatuh atau menjadi mainan berbahaya oleh anak-anak.

6. Marmut Mudah Dijinakkan dan Manja

Marmut tentunya seperti anjing atau kucing yang sangat mudah kita jinakkan. Dia hewan yang pintar karena dia bisa dengan mudah mengetahui siapa pemiliknya. Yang penting Anda mengundangnya untuk sering bermain dan berkomunikasi serta memberinya nama yang baik untuk hewan peliharaannya.

Cara Merawat Marmut Agar Cepat Beranak

Cara Merawat Marmut Agar Cepat Beranak

1. Indukan

Cara budidaya marmut pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan indukan betina dan jantan siap kawin. Marmut sendiri biasanya siap kawin ketika umurnya 2 atau 3 bulan. Pastikan Anda memilih indukan jantan dan betina yang sehat dan berkualitas.

2. Siapkan Kandang

Untuk tempat kawin marmut, Anda harus menyiapkan kandang yang nyaman dengan ukuran 100cm x 60 cm. Saat baru dimasukkan, pasangan hewan ini biasanya akan saling menyerang karena belum saling mengenal. Namun lama kelamaan, kedua indukan akan mulai mengenal hingga berlanjut pada tahap perkawinan.

Anda juga harus memberikan pakan marmut yang sehat. Jika pakan rumput marmut tersebut tersisa, Anda dapat menggunakannya dengan cara fermentasi pakan sapi . Jika rumput tersebut perlu dicacah, Anda dapat mencacahnya dengan menggunakan mesin pencacah rumput multifungsi.

3. Masa Kawin

Tidak semua marmut langsung kawin setelah disatukan dalam satu kandang. Terkadang, Anda harus menunggu kisaran waktu 2 sampai 3 hari agar dua indukan yang Anda satukan melakukan perkawinan. Jika sampai 3 hari tetap belum kawin, maka tetap tunggu karena lama kelamaan akan terjadi perkawinan.

4. Masa Kehamilan

Ketika indukan sudah melewati masa perkawinan, maka betina akan segera hamil. Nah, jika betina sudah hamil maka tunggu sampai usia kehamilan sampai 55 hari hingga 60 hari. Lamanya kehamilan marmut dipengaruhi oleh banyaknya anak yang dikandungnya.

Demikian mengenai cara merawat marmut agar cepat beranak. Dengan perawatan yang maksimal maka marmut akan lebih sehat. Semoga bermanfaat.

Related Posts