Home Uncategorized Elemen-Elemen Pembentuk Interior Dan Prinsip Dasar Desain Interior

Elemen-Elemen Pembentuk Interior Dan Prinsip Dasar Desain Interior

by Happy Puspa

Interior design suatu ruangan dibentuk lewat elemen-elemen pembentuk yang saling terkait. Elemen-elemen berikut menjadi hal yang paling mendasar di dalam perancangan interior suatu ruangan. Adapun elemen-elemen interior terdiri dari:

Plafond : Bagian berasal dari interior yang berada di paling atas sebagai penutup ruang.
Lantai : Bagian paling bawah berasal dari ruangan sebagai alas ruang tersebut.
Dinding : Bagian sari interior yang posisinya di tengah/mengelilingi/membentuk ruang sebagai pembatas ruang.


Prinsip-Prinsip Dasar Desain Interior

Terdapat tujuh komitmen dasar yang diwadahi di dalam interior design, pada lain :

  1. Unity plus Harmony

Yaitu suatu ruangan diakui sebagai suatu kesatuan di mana semua elemen yang tersedia saling melengkapi dan terus-menerus satu dengan yang lainnya supaya menghasislkan komposisi yang seimbang.

  1. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan bermakna tidak “berat” sebelah. Tidak terlalu condong ke segi sebelah kanan atau kiri atau atas dan sebagainya. Segala sesuatu yang sepadan dapat menciptakan unity dan harmony.


Keseimbangan dibagi menjadi 3 yaitu:

Keseimbangan Simetris: Keseimbangan simetris berlangsung misalnya berat visual berasal dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik berasal dari faktor horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berwujud dua elemen yang sama berasal dari dua segi yang berbeda.


Keseimbangan Asimetris: Keseimbangan asimetris berlangsung disaat berat visual berasal dari elemen desain tidak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual layaknya skala, kontras, warna untuk capai keseimbangan dengan tidak beraturan


Keseimbangan Radial: Adalah disaat semua element desain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga berwujud spiral.

  1. Vocal Point

Vocal Point di sini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan. Bisa satu atau lebih. Misalnya vocal point pada ruangan adalah jendela besar yang tersedia di ruangan, perapian atau sanggup terhitung lukisan. Pemberian warna atau detil dan bentuk spesifik terhitung sanggup dijadikan sebagai vocal point.

  1. Ritme

Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan berkenaan visual. Ritme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.

  1. Warna

Warna pada desain interior berpengaruh pada mood dan keadaan ruang. Warna-warna yang soft dapat condong menciptakan keadaan ruang yang menenangkan, sedangkan warna-warna cerah dapat mengimbuhkan keadaan ruang yang menyegarkan.

  1. Detail

Detail pada desain interior termasuk segala kelengkapan yang tersedia pada ruangan. Mulai berasal dari furniture utama, furniture tambahan, sampai furniture artivasial. Detail-detail berikut terhitung berpengaruh besar pada keadaan ruang yang tercipta.

  1. Skala dan Proporsi

Kedua komitmen desain yang berlangsung beriringan, dikarenakan keduanya terkait dengan ukuran dan bentuk. Skala dan bagian di sini berpengaruh pada tingkat kenyamanan civitas yang berada di di dalam ruangan.

Related Posts