Home Uncategorized Generasi Muda Berperan Strategis Tingkatkan Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

Generasi Muda Berperan Strategis Tingkatkan Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

by Happy Puspa

Pemerintah terus jalankan beragam upaya pengembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk didalam rangka pencapaian visi Indonesia sebagai ‘Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia’.

Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin mengatakan, keliru satu upaya yang dijalankan untuk mewujudkan selanjutnya adalah dengan menaikkan pemahaman berkenaan ekonomi dan keuangan syariah, sehingga makin diterima baik oleh masyarakat.
Di samping itu juga diperlukan peran dan juga beragam pihak, khususnya generasi muda yang benar-benar strategis didalam menaikkan literasi ekonomi dan keuangan syariah secara luas.

“Generasi muda harus bisa memasyarakatkan pemahaman bahwa ekonomi Syariah adalah pilihan yang tidak saja rasional, inklusif, dan berkeadilan namun juga sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah,” ungkap Wapres Ma’ruf sementara terhubung acara Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) ke-20 Tahun 2021 Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) lewat konferensi video dari kediaman resmi Wapres di Jl. Diponegoro


Menurut Wapres, keliru satu faktor fundamental yang memilih keberhasilan upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah adalah upaya peningkatan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Karena makin tinggi literasi ekonomi dan keuangan syariah terhadap masyarakat maka akan makin tinggi pula pemanfaatan barang dan jasa yang halal dan sesuai syariah oleh masyarakat.

“Pada gilirannya perihal ini akan mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan,” jelasnya.

Wapres Ma’ruf menyampaikan, bahwa berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) tahun 2020, indeks literasi ekonomi dan keuangan syariah nasional tetap sebesar 16,2 persen. Untuk itu, diperlukan kerja keras didalam peningkatan literasi masyarakat baik lewat edukasi akademik maupun sosialisasi, dan juga utamakan kolaborasi beragam pihak dengan pemanfaatan teknologi digital, khususnya di sedang situasi pandemi sementara ini.


Kinerja Ekonomi Syariah

Dia menambahkan, bahwa tren ekonomi syariah di sedang pandemi justru menyatakan kinerja yang lumayan baik. Dari Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia 2020 oleh BI, pengembangan ekosistem halal value chain (pertanian, makanan halal, fesyen muslim dan pariwisata ramah muslim), kontraksi ekonomi syariah Indonesia terhadap 2020 mencapai -1,72 % (year on year), tidak sedalam yang dialami ekonomi nasional yang mencapai -2,07 persen.


Laporan Islamic Finance Country Index (IFCI) Tahun 2020 juga menjelaskan bahwa dari 42 negara yang disurvei terkait keuangan syariah, Indonesia duduki posisi ke dua dengan skor 82,01 setelah Malaysia,” paham Wapres.

Dalam peluang yang sama, Wapres menyampaikan optimismenya terhadap FoSSEI untuk bisa berkontribusi lebih besar lagi terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya dengan potensi sebagai wadah berhimpunnya 247 Kelompok Studi Ekonomi Islam di 14 regional, dengan tidak cukup lebih 20.000 kader yang tersebar di sektor industri, pemerintahan, maupun filantropi.

“FoSSEI diinginkan bisa jadi jembatan bagi dunia akademisi dengan praktisi ekonomi dan keuangan syariah lewat beragam program kerja didalam menggerakkan potensi besar generasi muda, baik sebagai tujuan pasar maupun sebagai pelaku sektor ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Wapres menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara selanjutnya dan juga meminta momentum ini bisa dimanfaatkan beragam pihak untuk saling bertukar ilmu dan sudah pasti membuahkan inspirasi baru didalam percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.


Saya berharap kesibukan beserta hasilnya bisa disebarluaskan, jadi layanan diseminasi Info kepada masyarakat luas fungsi menopang peningkatan literasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” pungkasnya.

Related Posts