Home Uncategorized Gestun Dilarang Pemerintah

Gestun Dilarang Pemerintah

by Happy Puspa

rena terjadinya pergeseran fungsi kartu kredit yang sudah tidak lagi sesuai dengan tujuan penggunaannya. Kartu kredit bukan lagi berperan sebagai metode pembayaran lagi, melainkan menjadi fasilitas kredit dalam bentuk uang tunai atau kasarnya sebagai kartu utang.

Praktik gesek tunai yang berpotensi pada meningkatnya kasus kredit macet di Indonesia ini nyatanya bisa berpengaruh pada bank-bank penerbit karena meningkatnya non performing loans (NPL), yang dianggap merugikan bisnis perbankan di Indonesia.

Seperti dilansir dari tempo pelarangan praktik gesek tunai ini juga berangkat karena adanya kasus tertangkapnya dua orang pelaku tindak pidana pemalsuan, transfer dana, dan pencucian uang dengan modus gesek tunai pada kartu kredit Gestun Shopee Paylater.

Pelaku mengubah kartu kredit dari fungsinya untuk belanja barang menjadi pengambilan uang. Kerugian yang diterima pun dari sekitar satu tahun beroperasi senilai Rp 600 juta.  

Ketentuan untuk melarang praktik gesek tunai di Indonesia sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009 sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Pemerintah tidak ragu untuk menindak tegas seluruh merchant atau penyedia jasa gesek tunai yang masih melakukan hal ini. Seluruh tindakan ilegal yang merugikan ini akan dikenakan sanksi administratif serta tindakan tegas dari pihak yang berwenang.

Jadi, sebaiknya hindari melakukan gesek tunai, karena selain merugikan diri sendiri, pemilik kartu pun secara tidak langsung terlibat dalam tindakan kriminal. Sebagai pengguna kartu kredit yang bijak, pemilik harus menggunakan kartu dengan tepat guna dan bukan untuk penarikan tunai maupun digunakan sampai limit kartu kredit habis.

Related Posts