Home Uncategorized Hal-Hal Terkait Prosedur Pengurusan Barang Import (Custome Clearance)

Hal-Hal Terkait Prosedur Pengurusan Barang Import (Custome Clearance)

by Happy Puspa

Di Indonesia, custome clearance sebetulnya amat mudah. Namun prosedurnya cukup banyak. Nah adapun beberapa perihal yang mesti diketahui perihal jasa custome clearance di Indonesia antara lain adalah:

Waktu yang Dibutuhkan

Untuk sebuah custome clearance, proses auditnya dan penyelesaiannya bisa berjalan antara 3 sampai 14 hari. Tergantung pada beberapa penyebab. Seperti kelengkapan dokumen, ataupun berapa banyak antrian pengajuan di pihak BEA CUKAI.

Tidak mesti melakukan suap untuk beroleh akses lebih cepat, gara-gara jika ketahuan, barang bisa ditahan lebih lama. Jadi biarkan proses custome clearance berjalan dengan semestinya.

Dokumen Harus Lengkap

Walaupun terasa sebuah dokumen tidak amat penting, tapi kelengkapan dokumen sangatlah wajib. Jika tidak lengkap, proses custom clearance bisa berjalan lebih lama gara-gara mesti melengkapi atau melakukan perbaikan dokumen terutama dahulu.

Oleh gara-gara itu, anda butuh ada team control tiap tiap dokumen. Sehingga dengan demikian, dokumen dipastikan aman dan layak untuk diserahkan kepada pihak bea dan cukai.

Jika dokumen tidak lengkap atau kurang sesuai, bersiaplah gara-gara barang dapat segera dimasukkan ke di dalam RED LINE.

Red Line sendiri adalah sebuah suasana di mana pihak Custom Clearance mencegah barang gara-gara ada ketidak sesuaian. Berikut adalah yang membuat red line :

Manifes yang tertulis, deskrisi di airwaybill dan mengisi paket tidak cocok agar butuh di inspeksi dengan langkah di buka.

Under Value, atau mengimbuhkan nilai barang amat rendah dibandingkan dengan nilai komersial barang yang sebenarnya. Misal barang senilai USD 500 tapi dituliskan bahwa value hanya USD 20, atau malah nomer commercial value.

Barang tersebut dilarang masuk ke Indonesia.


Misalnya : senjata api dan benda tajam
barang tersebut boleh masuk Indonesia dengan dokumentasi atau wejangan berasal dari departemen terkait. Misalnya : barang barang yang bisa memancarkan signal butuh ijin masuk berasal dari dirjen postel.

Barang yang berisikan makanan/ obat2an/ barang yang dikonsumsi segera oleh manusia

Ketidaksesuaian berat

Ketidaksesuaian data penerima (beberapa perusahaan di kawasan berikat yang membawa sarana P35)

Agar Barang Bisa Masuk ke Dalam Green Line

Adapun beberapa tips agar barang bisa masuk green line :

Cantumkan gambaran yang pas untuk barang yang dikirim

Komunikasikan dengan pihak pengirim dokumen apa saja yang mesti disiapkan untuk masuk Indonesia.

Cantumkan value yang wajar, jangan undervalue.

Bagaimana Jika Barang Sudah Terlanjur Masuk Red Line?

Berikut adalah yang mesti dilaksanakan jika barang anda masuk ke di dalam Red Line:

Hubungi kurir yang mengatasi barang tersebut

Jika kurir punya tanggung jawab yang tinggi, tiap tiap tersedia persoalan dapat segera menghubungi anda.

Informasikan nomer airwaybill/Bill Of lading

Jangan lupa untuk bertanya terhitung mengapa barang anda ditahan, dan apa yang mesti disiapkan oleh anda sebagai penerima agar bisa cepat release.

Siapkan dokumentasi pendukung

Biasanya pihak custom clearance dapat meminta anda untuk membuat surat perihal deklarasi nilai pabean (DNP) dan biasanya dilengkapi deng bukti transfer pembelian barang, purchase order, bukti emsial pemesanan barang serta brosur barang.

Selain itu, tersedia beberapa suasana yang mesti diperhatikan, yaitu:

Jika Barang Rusak, Hancur, atau Lupa

Jika barang mengalami kejadian layaknya rusak, hancur, hilang, atau lupa diambil, maka Menteri Keuangan melalui kementriannya punya kuasa untuk menghapus total atau beberapa kewajiban pembauaran. Namun tentu saja perihal ini di dalam control penuh berasal dari pihak Bea Cukai.

Melepaskan Barang yang Tersita

Suatu barang yang diimport dan tersedia di dalam kuasa pihak Bea Cukai mesti dilepas segera selama tidak tersedia hal-hal yang dilanggar. Namun jika ditemukan pelanggaran, maka dapat tersedia pemeriksaan kembali pada barang tersebut. Dan tentu saja dapat tersedia penahanan barang.

Barang yang tertahan hanya bisa rilis atau lepas selama mengikuti prosedur tambahan. Prosedur tambahan ini meliputi denda, penambahan bea masuk, uji laboratorium, pelengkapan dokumen, jaminan dana, dan pajak tambahan terbayarkan.

Proses Import Sementara

Banyak importir muda yang belum sadar ada import sementara. Yaitu sebuah sarana yang memungkinkan importir importir untuk:

Menangguhkan kewajiban pembayaran di dalam suasana tertentu

Menangguhkan kewajiban pembayaran di dalam jangka kala tertentu

Namun sesudah melalui suasana dan jangka kala tersebut, maka mesti bagi importir untuk mengeksport kembali barang tersebut. Jika tidak dieksport kembali, barang tersebut dapat dianggap sudah diimport seluruhnya (permanen import).

Jika barang sudah dikategorikan sebagai permanen import, maka importir mesti membayar bea dan pajak yang harusnya dikeluarkan. Tidak hanya itu, tersedia denda terhitung yang hukumnya mesti untuk diberikan. Dan denda tersebut senilai 100% berasal dari bea cukai yang dibayarkan.

Lantas apa saja barang yang diperbolehkan untuk mendapat sarana “import sementara”? Adapun barang tersebut adalah:

Barang kepentingan seminar, pelatihan, dan pagelaran

Barang yang digunakan untuk hiburan umum, layaknya konser dan festival

Barang bawaan untuk tujuan menopang penetilian, pendidikan, keagamaan, dan budaya

Barang bawaan untuk kepentingan pembuatan film

Wadah yang biasa digunakan untuk mengangkut barang berkali-kali, layaknya tas dan koper

Barang sample, dummy, model, dan cetakan

Barang yang dapat dipergunakan untuk menopang acara permainan

Kendaraan yang dapat digunakan sebagai transportasi turis itu sendiri

Artikel yang dapat digunakan untuk pengeboran minyak

Hewan yang ditujukan untuk hiburan public, pelatihan, atau dikembangbiakkan untuk pelestarian

Proses pengajuan import kala ini selamanya mesti melalui pihak Bea Cukai.

Related Posts