Home Uncategorized Ide Feed Instagram Kreatif Untuk Jualan

Ide Feed Instagram Kreatif Untuk Jualan

by Happy Puspa

Sebagai pelaku usaha UMKM, membangun presensi online melalui platform media sosial terpopuler sangatlah penting. Alhasil, memicu account Instagram adalah cara pertama yang perlu ditunaikan disaat menghendaki memasarkan bisnis.

Namun, membangun presensi di Instagram tidaklah semudah membalik telapak tangan. Dengan ribuan UMKM lain yang juga menghendaki bisnisnya berkembang, Anda pun perlu dapat unggul bersaing.

Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan mengatur apa yang Anda tampilkan didalam desain feed Instagram account usaha Anda. Foto tidak boleh asal-asalan. Selain menarik dan relatable (relevan) dengan tujuan konsumen, tiap pos juga perlu bersamaan dengan branding usaha Anda.


Jadi, foto layaknya apa yang perlu Anda unggah untuk menghiasi feed Instagram usaha Anda? Berikut kumpulan inspirasi feed Instagram yang dapat Anda jadikan referensi.

Ajak ke Belakang Layar

Konsumen kini lebih pilih brand yang transparan dan “apa adanya”. Promosi dengan janji-janji manis tidak lagi berpengaruh. Oleh karena itu mereka menyukai sisi belakang layar brand. Dengan memperlihatkan bagaimana usaha Anda berlangsung kepada mereka, maka akan tercipta rasa transparansi yang dapat membangun kepercayaan konsumen.

Selain dapat membangun kepercayaan, konten di balik layar juga tidak perlu dipoles sedemikian rupa. Sesuai namanya, konten berisiskan kesibukan di balik layar perlu memperlihatkan sisi asli brand. Karena visual yang tidak seoptimal konten lain itulah mengapa konten di balik layar lebih sering diunggah melalui fitur Instagram Story, bukan feed. Namun, Anda juga dapat mengunggahnya di feed kendati polesan yang memadai lebih baik digunakan.

Menentukan Jenis Konten Instagram

Satu hal yang perlu Anda garis bawahi bahwa pos tenar Instagram senantiasa memiliki interaksi yang tinggi (engagement rates). Oleh karena itu, Anda perlu dapat sediakan konten yang dapat mendatangkan like, komentar, view, hingga share.

Untuk dapat mendatangkan hal-hal tersebut, Anda perlu memicu variasi konten yang menarik. Meskipun tujuan Anda sebenarnya berjualan, Anda tidak disarankan untuk mengunggah foto dengan konten promosi konsisten menerus. Anda pun perlu menyusun langkah yang sesuai dengan sistem tujuan customer didalam berbelanja.

Pertama, Anda dapat mengunggah foto yang berisikan kutipan yang menggugah inspirasi sehingga tujuan customer pun akan memberi tambahan like dan komentar. Kutipan yang diunggah secara reguler dan menarik pun juga akan menarik mereka untuk mengikutin account Anda.

Kedua, Anda mengunggah foto berisikan foto yang menampilkan produk-produk yang Anda dijual lengkap dengan sisipan link situs dimana produk selanjutnya dapat dibeli.

Ketiga, sajian video yang memperlihatkan kesibukan dibalik layar operasional usaha Anda untuk memelihara komitmen customer dan menarik mereka untuk belanja lagi (repurchase).

Singkatnya, perlu Anda ingat bahwa tiap tiap pos yang diunggah perlu dapat berkontribusi kepada tujuan dibukanya account Instagram bisnis: meningkatkan interkasi account yang kemudian dapat berujung pada meningkatnya penjualan.

Tunjukkan Produk Anda

Foto dan video yang menampilkan produk adalah model konten yang paling gampang untuk diunggah disaat Anda kehabisan ide. Menampilkan produk sudah pasti dapat menolong Anda untuk mempromosikan jualan di Instagram sehingga nantinya menghasilkan penjualan. Terdengar mudah, tapi jika foto dan video Anda tidak diambil alih dengan tepat dan kreatif, maka hasilnya pun dapat nihil.

Konten produk perlu diciptakan dengan kreatif. Anda dapat memotret produk dengan latar belakang polos untuk memperlihatkan cermat produk. Anda juga dapat menyisipkan produk didalam potret foto sehari-hari layaknya OOTD. Banyak rancangan yang dapat Anda coba.

Tidak hanya soal visualnya saja, caption pun perlu diperhatikan sehingga unggahan Anda tidak terkesan asal. Hindari bantuan caption yang hanya menyisipkan nama dan harga produk serta hashtag saja. Anda dapat produksi kalimat caption untuk mendiskusikan fitur produk dan manfaatnya didalam kehidupan sehari-hari.

Perlu Anda ingat, bahwa potret produk selanjutnya perlu bersamaan dengan branding usaha yang Anda usung. Contohnya saja brand Anda menghendaki mengusung kesan ceria yang bersamaan dengan Generasi Z sebagai tujuan konsumen, maka Anda dapat memanfaatkan warna kuning sebagai warna dominan. Mengapa kuning? Karena warna cerah selanjutnya sangat sama didalam pilihan Generasi Z didalam bergaya.

Sorot Sosok di Balik Bisnis

Sosok di balik usaha disini tidak melulu Anda sebagai pemilik bisnis. Memang sudah pasti Anda dapat menyorot diri sendiri, tapi akan lebih baik jika Anda juga menyorot sosok lain yang juga berkontribusi didalam usaha Anda. Mengapa demikian? Karena menyorot diri secara terlalu berlebih dapat mengakibatkan kesan narsis, yang sudah pasti merupakan ciri khas negatif yang tidak cukup disukai.

Anda dapat menyorot karyawan Anda, memotret sosoknya yang tengah bekerja dan menyisipkan cerita karyawan tersebut, seandainya saja karakteristiknya yang pekerja keras dan sebagainya. Jika tidak membawa karyawan, Anda juga dapat menyorot siapa saja yang secara tidak langsung berkontribusi didalam operasional bisnis. Contohnya saja kurir ekspedisi yang senantiasa menjemput paket Anda yang akan dikirim ke konsumen.

Dengan menyorot sosok-sosok tersebut, Anda juga memperlihatkan sisi humanis usaha Anda. Jenis konten ini dapat dijadikan tumpuan untuk mempromosikan usaha UMKM Anda secara tidak langsung.

Repost Foto Followers

Anda dapat memperbanyak variasi feed Instagram Anda dengan mengunggah lagi (repost) foto followers Anda. Akan tapi repost tidak boleh sembarang pilih, Anda pun perlu perhatikan sebagian hal didalam pilih foto mana yang akan Anda turut tampilkan di feed Instagram Anda.

Pertama, untuk menjauhi kesalahpahaman kedepannya, Anda perlu meminta izin kepada si pemilik foto sebelum akan mengunggahnya ulang. Meskipun followers pada kebanyakan puas disaat fotonya ditampilkan di feed account Instagram brand, tapi tidak ada salahnya untuk meminta izin khususnya dahulu. Anda pun dapat membangun relasi penjual-pembeli yang positif dengan meminta izin.

Kedua, pastikan foto yang Anda pilih sebenarnya relevan dengan usaha Anda. Lihat apakah didalam foto selanjutnya terkandung produk Anda yang tengah digunakan. Untuk lebih amannya, Anda dapat pilih foto yang sebenarnya udah ada mention account Instagram Anda, baik tag didalam foto maupun didalam caption.

Ketiga, Anda dapat mengganti atau memberi tambahan caption Anda sendiri didalam repost foto tersebut. Bubuhan caption sendiri dapat memberi tambahan kesan bahwa Anda sebenarnya peduli dan perhatikan customer Anda, bukan hanya hanya memanfaatkan foto orang lain karena kehabisan inspirasi untuk feed Instagram.

Keempat, usahakan foto yang akan Anda pilih untuk repost memiliki visual yang bersamaan dengan brand yang Anda usung. Pengguna Instagram gemar mengunggah foto berkualitas, baik dari sisi rancangan maupun pencahayaan. Maka bukan hal yang mengherankan jika followers menandai Anda didalam fotonya yang memiliki visual indah. Pilih foto yang nampak sesuai dengan penampilan feed Instagram Anda sehingga feed pun akan senantiasa nampak konsisten.

Related Posts