Home Uncategorized Jenis Jenis Plastik Kemasan

Jenis Jenis Plastik Kemasan

by Happy Puspa

Isu mikroplastik yang beredar belakangan ini menjadi perhatian masyarakat untuk membeli minuman dan makanan yang menggunakan kemasan plastik. jenis jenis plastik kemasan pun sudah ada aturannya. Untuk itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui akun Twitter resminya, @BPOM_RI, menjelaskan kategori kemasan plastik yang aman untuk pangan.  

Jadi, jenis plastik yang aman bila dipakai untuk kemasan makanan bisa diketahui dengan cara melihat kode daur ulang berupa segitiga panah dengan nomor di dalamnya.  Kode tersebut biasanya tertulis pada bagian bawah kemasan plastik. Kita tentunya harus bijak dalam menggunakan plastik, hal ini dikarenakan sifat plastik yang sangat sulit terurai.

Salah satu cara mengatas dampak tersebut adalah dengan cara mendaur ulang sampah. sebelum diolah sampah plastik perlu untuk dihancurkan terlebih dahulu. Untuk itu kita memerlukan mesin pecacah plastik, mesin ini bisa didapatkan secara langsung di rumahmesin

Jenis Jenis Plastik Kemasan

Poli Etilen Tereftalat (PET) Kode 1 

Bahan plastik ini kuat, bening, kedap gas dan air.  Umumnya digunakan dalam botol minuman, kemasan selai, botol kecap dan botol sambal.  Ada dua tips Aman untuk memakai kemasan plastik jenis ini.  Pertama, tidak boleh digunakan untuk makanan dengan suhu di atas 60 derajat Celcius.  Kedua, hanya untuk satu kali penggunaan dan tidak untuk penggunaan berulang. 

Kode High Density Polyethylene (HDPE) 2 

JENIS JENIS PLASTIK KEMASAN

Bahan plastik ini sulit untuk semi fleksibel, tahan terhadap bahan kimia dan kelembaban.  Permukaannya seperti lilin, buram dan mudah diwarnai.  Biasanya dalam botol susu cair dan jus, tutup botol plastik, wadah es krim dan dalam kemasan margarin atau mentega.  Tips penggunaan kemasan plastik ini adalah untuk sekali pakai dan tidak untuk penggunaan berulang. 

Polivinil Klorida (PVC) Kode 3 

PVC ini dibagi menjadi dua jenis, jenis pertama yang kaku atau semi kaku kuat, keras, bening dan bentuknya dapat diubah dengan larutan misalnya dalam botol untuk jus, air mineral, minyak sayur, kecap, cabai  saus dan nampan. 

Jenis kedua adalah PVC displatized atau lunak, sifatnya dapat kusut dan bening, misalnya dalam kemasan makanan.  Tip tidak boleh digunakan untuk makanan yang berminyak atau berlemak atau mengandung alkohol, terutama dalam kondisi panas. 

Kode Polietilen Densitas Rendah (LDPE) 4 

Kuat, fleksibel, tahan air, kemudian permukaannya berlilin, tidak bening tetapi tembus cahaya.  Biasa digunakan untuk cangkir yogurt, tas belanja, tas roti, makanan segar, dan botol press.  Plastik ini relatif aman bila digunakan untuk kemasan makanan jika dibandingkan dengan jenis plastik lainnya, namun sering dibuat menjadi tas daur ulang berwarna seperti hitam pada warna solid lainnya. 

Ujungnya, pertama, digunakan untuk menampung makanan panas, terutama untuk mengukus.  Kedua, tidak menggunakan plastik yang sudah didaur ulang serta yang berwarna (hitam merah dan sebagainya) untuk membungkus makanan siap saji secara langsung. 

Polipropilen (PP) Kode 5 

Keras tapi fleksibel, permukaan wax, tidak bening tapi tembus cahaya, tahan terhadap panas, bahan kimia dan minyak.  Biasanya digunakan untuk kemasan makanan ringan seperti biskuit, keripik, sereal dan sebagainya serta juga untuk sedotan. 

Jenis plastik ini relatif aman bila dipakai untuk kemasan makanan jika dibandingkan dengan jenis plastik yang lainnya.  Plastik ini memiliki karakteristik tahan terhadap pemanasan dan dapat digunakan untuk pemanasan menggunakan microwave, namun penggunaannya harus sesuai dengan anjuran pada kemasan. 

Polistirena (PS) Kode 6 

PS dibagi menjadi dua jenis.  Jenis pertama adalah bening seperti kaca atau buram, kaku, dan getas (brittle).  Umumnya dipakai sebagai  bahan untuk membuat gelas, sendok dan garpu plastik, wadah es krim dan sebagainya.  Jenis kedua—styrofoam—berbentuk seperti busa, biasanya berwarna putih, lunak dan getas (rapuh).  Biasanya dipakai pada piring, mangkok, dan gelas plastik sekali pakai. 

Tipsnya, pertama, hindari menggunakannya untuk mengandung makanan berminyak atau berlebih dalam kondisi panas.  Kedua, jangan menggunakannya untuk menghangatkan makanan menggunakan microwave.  Terakhir, jangan pernah gunakan kemasan styrofoam jika sudah dalam keadaan rusak, tergores atau berubah bentuk. 

Jenis Jenis Plastik Kemasan Lainnya Kode 7 

Keras, jernih, dan sangat stabil secara termal.  Umumnya diigunakan untuk botol air minum serta galon air minum. Hindari memakai botol atau galon air minum yang telah sudah berubah penampilan fisiknya, seperti mulai buram atau berubah warna dan banyak goresan. 

Related Posts