Home Travel Keindahan Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Keindahan Masjid Raya Baiturrahman Aceh

by Happy Puspa

Pada artikel ini kita akan membahas tentang salah satu masjid di Indonesia yang terkenal keindahannya yaitu Masjid Raya Baiturrahman Aceh. Area khusus Aceh sangat populer dengan nama negara Mekah Serambi. Nama Mekah Serambi tidak sampai tanpa alasan. Julukan ini diberikan kepada Aceh karena Aceh adalah area pintu masuk Islam ke kepulauan, bahkan di kawasan Asia Tenggara.

Bangunan masjid ini terlihat seperti Taj Mahal Indio. Keindahan bangunan masjid juga merupakan daya tarik wisatawan, terutama bagi wisatawan yang mencari nuansa agama.

Desain arsitektur umum Masjid Baiturahman adalah kombinasi konsep beberapa negara. Pintu utama masjid yang menyerupai konsep rumah Belanda klasik berada di depan pintu masjid utama, yang dibatasi oleh teras dari konsep arsitektur masjid di Spanyol. Sementara pintu digunakan sebagai sekat menuju aula utama arsitektur khas India.

Di aula utama, masjid terlihat seperti bentangan lantai marmer putih Italia. Ruang utama juga telah diisi dengan buffer yang dicat kosong plus sedikit aksen dekorasi di bagian bawah. Pencetakan putih membuat ruang utama terlihat lebih luas. Ada juga jam masjid digital di dalamnya.

Setelah ekspansi dilakukan, sekarang Masjid Baituraah Great memiliki 7 kubah, dengan 4 menara dan 1 menara orang tua. Dari tahun ke tahun, masjid telah berkembang pesat dalam hal bangunan arsitektur dan kegiatan masyarakat yang dilakukan di masjid ini. Menurut perkembangannya, area konstruksi Masjid Baituraah Great adalah sekitar 4 ha. Di halaman ada kolam, bangunan utama menara dengan bagian lain dari halaman telah ditutupi dengan rumput yang terorganisir dengan baik dan tanaman hias.

Dalam pembuatan generik mesque memprioritaskan perlengkapan arsitektur modern, umumnya lebih mungkin memilih jenis kubah sistem panel enamel. Dalam instalasi kubah panel enamel, itu tidak mengenakan kuku pengeboran (karena penggunaan periode analisis ketahanan perforasi selama sekitar 4 tahun, karena korosi yang menyebabkan kuku mudah dirilis). Jadi, Dome dari Enamel Masjid ini adalah pilihan karena bentuknya yang eksklusif dan elegan. Menggunakan warna tahan lama, Anda juga tidak perlu perhatian khusus, untuk menghemat biaya perawatan yang umumnya dikeluarkan setiap tahun di gedung-gedung kubah konvensional.

Di dalam gedung main kubah, tepat di tengah ruang utama, juga dilengkapi dengan lampu gantung yang mengenakan biaya hingga 17 titik pencahayaan. Lampu dekoratif yang menggantung telah terlihat dari masjid mihrab, dan tepat di pusat depan ruangan.

Fasad di gedung Masjid Baiturahman diperkaya dengan garis-garis lengkung horizontal. Ini adalah karakteristik arsitektur Timur Tengah. Bagian depan atau di timur juga merupakan pintu masuk yang melekat pada bagian unit utama (teras). Di teras di sini tahun segiempat dikelilingi oleh tangga di depan kiri atau kanan.

Pada tahun 1935, karena gubernur Gubernur Jenderal Belanda bernama A.ph. Van Haken, maka jumlah teras plus 2, ini mengikuti penambahan bangunan di sisi kiri dan kanan masjid. Di ujung tangga atau di depan teras, ada 3 kolom silinder dari konsep arsitektur Moor, ada banyak dalam pembangunan masjid kuno di Afrika Utara dan Spanyol. Ada tiga fraktur konsep Persia pada setiap 2 kolom. Bidang kolom ada semacam tipanum, tetapi bentuknya bukan segitiga, tetapi pada level, seperti pada penampang tangga. Jadi konstruksinya seperti ini adalah karakteristik bangunan depan bangunan klasik bergaya Belanda.

Related Posts