Home Uncategorized Menghitung Modal Untuk Usaha Frozen Food

Menghitung Modal Untuk Usaha Frozen Food

by Happy Puspa

Bisnis frozen food memungkinkan untuk dilakukan dengan skala rumahan. Dengan begitu, kamu bisa memulai bisnis ini kapan saja. Untuk membantu kamu melihat lebih dekat dengan peluang bisnis frozen food ini, artikel ini akan mengulas lebih jauh mengenai modal untuk usaha frozen food.

Semenjak pandemi usaha frozen food kian menjamur. Bisnis ini menjadi populer karena kondisi yang mengharuskan sebagian besar orang untuk dirumah saja. Melakukan kerja dari rumah yang merubah pola aktivitas banyak orang. Frozen food menjadi pilihan makanan yang pembuatannya sangat praktis di tengah kesibukan kerja dari rumah. Harganya pun masih sangat terjangkau karena homemade, rasanya enak dan yang terpenting adalah tidak menggunakan pengawet.

Tak perlu takut keluar rumah untuk belanja kebutuhan makan sehari-hari, tak perlu beli bumbu dapur dan menghabiskan waktu di sela-sela istirahat untuk masak buat keluarga. Kamu hanya tinggal stok frozen food berbagai macam jenis makanan, lalu mengolahnya sesuai dengan cara penyajiannya. Ada yang perlu dikukus, ditumis, digoreng, direbus, dll. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang kini menaruh minat untuk membeli frozen food, terutama sebagai stok makanan selama masa pandemi ini.

Masyarakat zaman sekarang lebih menyukai hal-hal yang praktis dan instan. Frozen food sangat cocok dengan gaya hidup seperti ini. Konsumen hanya perlu menghangatkan frozen food sebelum menghidangkannya. Hal ini jauh lebih praktis dibandingkan dengan memasak dari bahan mentah. Saat ini hampir semua rumah tangga memiliki lemari es yang dilengkapi dengan freezer. Sehingga tak sulit untuk mendapatkan konsumen.

Perhitungan Modal Bisnis Frozen Food

modal awal bisnis frozen food

jika kamu bingung berapa modal untuk usaha frozen food yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis ini, kita akan memberikan perhitungan kasar dari mulai modal awal untuk peralatan, biaya operasional setiap bulan, hingga perkiraan keuntungan setiap bulan. Tentu peralatan yang dibutuhkan bisa disesuaikan kembali dengan kebutuhan kamu, sehingga bisa mengurangi modal yang harus dikeluarkan.

Modal Peralatan

KebutuhanHarga
Etalase produkRp. 2.300.000,-
Meja dan kursiRp. 500.000,-
Timbangan dan sendokRp. 200.000,-
Tempat sampahRp. 100.000,-
Mesin kode kadaluarsaRp. 1.000.000,-
Mesin vacuum sealerRp. 1.750.000,-
FreezerRp. 3.500.000,-
Peralatan lainnyaRp. 250.000,-
Total modal peralatanRp. 9.600.000

Biaya Operasional Per Bulan

KebutuhanJumlahHarga dibayar
Nugget ayam25 kgRp. 600,000
Bakso sapi30 kgRp. 600,000
Tempura20 kgRp. 500,000
Siomay20 kgRp. 350,000
Kentang30 kgRp. 510,000
Kornet sapi20 kgRp. 400,000
Daging30 kgRp. 1,050,000
Sayur-mayur5 kgRp. 80,000
Sabun cuci5 literRp. 50,000
Sewa tempat1 bulanRp. 1,500,000
Air dan listrik1 bulanRp. 1,000,000
Gaji karyawan2 orangRp. 2,400,000
Biaya penyusutan1 bulanRp. 2,000,000
Total biaya operasional per bulanRp. 11,040,000

Keuntungan Per Bulan

Harga jual produk rata-rataTarget jual produk per bulanPendapatan per bulan
Rp. 25.00045 produk X 30 hariRp. 33,750,000
Pendapatan per bulan – Biaya operasional per bulanKeuntungan per bulan
Rp. 33,750,000 – 11,040,000Rp. 22,710,000

Dengan keuntungan per bulan sebesar Rp. 22,710,000, maka dibutuhkan paling tidak waktu dua bulan sampai tiga bulan untuk mengembalikan modal awal yang dikeluarkan untuk melakukan bisnis frozen food ini. Tentu angka ini merupakan perhitungan kasar dan masih perkiraan, ada banyak kondisi yang bisa saja membuat kamu harus mengeluarkan modal lebih banyak atau mungkin lebih sedikit.

Setelah mengetahui berapa modal yang dibutuhkan kita bisa menabung atau menggunakan uang pribadi terlebih dahulu dan bisa juga mengajukan pinjaman kepada pihak bank dalam hal Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Namun jika modal memang tidak ada kita bisa memulai bisnis dengan menjadi reseller terlebih dahulu sambil sedikit demi sedikit mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk modal memulai bisnis frozen food sendiri.

Related Posts