Home Uncategorized Peluang Baru Pariwisata di Era New Normal

Peluang Baru Pariwisata di Era New Normal

by Happy Puspa

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf Agustini Rahayu mengatakan, wisata virtual menyajikan pengalaman dan wawasan baru mengenai kopi dan tempat-tempat kopi legendaris di Jakarta. Selain itu, wisata virtual tour dapat menunjukkan bagaimana pandemi membawa masyarakat menuju kondisi New Normal.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar acara wisata virtual bertajuk Ngabuburit Wisata Kopi. Kemenparekraf bekerja sama dengan komunitas Jakarta Good Guide (JGG) untuk menghadirkan pengalaman wisata virtual baru bagi wisatawan.

“Dengan kita tidak bisa ke mana-mana, bukan berarti kita tidak bisa menjadikan pariwisata sebagai gaya hidup kita. Keterbatasan ini tidak bisa membuat kita diam. Kegiatan virtual seperti ini membuka peluang baru di era new normal,” kata Agustini.

Lanjutnya, masyarakat ditunjukkan bagaimana teknologi dan media digital membawa masyarakat pada rutinitas dan cara hidup yang baru dengan adanya wisata virtual.

Kendati demikian, hal tersebut tetap tidak bisa menggantikan pengalaman ketika berwisata langsung ke tempatnya.

“Mau tidak mau suka tidak suka, kita akan memanfaatkan teknologi. Meskipun tidak bisa menggantikan experience ketika kita berkunjung langsung ke destinasi wisata,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa wisata virtual bersama komunitas ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan Kemenparekraf. Usai acara, ia berharap agar ke depannya akan ada wisata virtual dengan tema dan komunitas yang lainnya.

“Tentunya akan ada wisata lainnya dengan tema yang berbeda. Kami berharap kegiatan kali ini bisa menginspirasi komunitas lain agar masih bisa bergerak di kondisi seperti ini,” ujarnya. Sementara itu, CoFounder JGG, Candha Adwitiyo mengatakan, keputusan mengambil tema kopi kali ini karena di Jakarta banyak sekali kedai kopi dengan beragam cerita dan sejarah yang menarik ditelusuri.

Hal-hal seperti ini lah yang menjadi kegiatan komunitas Jakarta Good Guide, yang selalu menelisik destinasi-destinasi menarik di Jakarta. “Komunitas Jakarta Good Guide ini tak jauh dari jalan-jalan, menelisik destinasi-destinasi menarik. Salah satu yang rutin dilakukan adalah walking tour bersama sejumlah turis asing yang berwisata di wilayah Jakarta,” kata dia.

Dalam wisata virtual yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu, para peserta tur diajak mengunjungi delapan tempat kopi bersejarah dan unik di Jakarta. Adapun tempat kopi ikonik itu di antaranya Kopi Es Tak Kie, Bakoel Koffie, Toko Kopi Warung Tinggi, Toko Kopi Sedap Jaya Jatinegara, Toko Kopi Luwak Gondangdia, Phoenam, Kwang Koan Kopi Johny, dan Kong Djie Coffee.

Para peserta dipandu oleh pemandu wisata dari JGG spesialis wisata kopi yaitu Cindy Tan. “Kedai-kedai kopi memiliki cerita yang bisa dieksplorasi. Baik dari kedai kopi pertama yang ada di Jakarta yang sampai saat ini masih bertahan di tengah kedai kopi lainnya. Jadi kita bisa menambah ilmu sambil menikmati kopinya yang sudah pasti enak,” kata Cindy Tan selaku pemandu tur dari Jakarta Good Guide.

Related Posts