Home Uncategorized Pengisian SPT Masa PPN, Mudah & Cepat

Pengisian SPT Masa PPN, Mudah & Cepat

by Happy Puspa

Pajak di Indonesia benar-benar lazim diterapkan didalam program kerja pemerintah demi perbaikan kesejahteraan dan mutu Wajib Pajak (WP). Tak jarang, bayar pajak sebagai kontribusi mesti kepada Negara menjadi keliru satu kewajiban Wajib Pajak (WP) yang telah terdaftar, baik perorangan maupun badan.

Dengan membayar pajak, Wajib Pajak mesti melaporkan kesibukan perpajakan didalam bentuk Surat Pemberitahuan. Salah satunya adalah Surat Pemberitahuan Masa (SPT Masa). Berikut ulasan lengkap mengenai definisi, kewajiban pelaporan dan tutorial langkah pengisian SPT Masa belajar PPN.

Definisi SPT Masa PPN

SPT Masa PPN merupakan sebuah formulir pajak laporan bulanan yang digunakan oleh Wajib Pajak sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk melaporkan penghitungan jumlah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang terhutang. Fungsinya adalah untuk melaporkan harta dan kewajiban, pembayaran atau pelunasan pajak dan juga penyetoran pajak berasal dari pemungut pajak. Formulir yang kini digunakan waktu ini adalah SPT Masa PPN 1111 terdiri berasal dari 1 form induk dan 6 form lampiran.

Kewajiban Melapor SPT Masa PPN

SPT Masa PPN mesti dilapor tiap tiap bulan, tanpa terdapatnya perubahan neraca atau nilai Rupiah terhadap jaman pajak tentang nihil sebesar 0. Jatuh tempo pelaporan adalah terhadap tanggal 30 atau 31 tiap tiap bulan berikutnya sesudah akhir jaman pajak yang bersangkutan. Jika tidak melapor SPT Masa PPN, maka akan dikenakan denda sebesar Rp 500.000,00 cocok dengan UU KUP Pasal 7 ayat 1. Untuk administrasi pemenuhan kewajiban didalam melapor SPT PPN, sistem PPN yang diterapkan cocok dengan susunan dan juga segi penetapan penghitungan gaji karyawan di perusahaan.

Cara Mengisi SPT Masa PPN

Jika tidak ada barang masuk ataupun terlihat didalam kesibukan operasional perusahaan, maka SPT PPN-nya menjadi nihil. Maka berasal dari itu, Wajib Pajak atau PKP mesti melaporkan SPT Masa PPN 1111 Nihil dengan menggunakan aplikasi E-Faktur berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Pasal 5 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-29/PJ/2015. Di samping itu, Wajib Pajak mesti memberikan laporan SPT PPN didalam bentuk CSV dan PDF berasal dari E-SPT.

Aplikasi E-Faktur Pajak

Yuk, download aplikasinya di Aplikasi E-Faktur Pajak Terbaru. Setelah itu, Anda dapat install dan registrasi Aplikasi E-Faktur Pajak Anda. Berikut ini tutorial langkah pengisian SPT Masa PPN 1111 di aplikasi E-Faktur, antara lain:

Cara memicu e-billing online Via DJP online

Pilih Lokal Database dan klik Connect

Masukkan Username dan Password cocok dengan setting awal untuk menginstall E-faktur
Buka menu SPT terhadap aplikasi E-Faktur dan klik menu posting


Pilih jaman pajak dan tahun pajak cocok dengan jaman yang akan dilaporkan. Misalnya jaman bulan Januari 2018, 01-01-2018. Isilah Pembetulan dengan kode 0, klik cek jumlah dokumen PKPM (Pajak Keluaran Pajak Masukan) apakah telah sesuai. Setelah itu, klik menu posting hingga terlihat info Data SPT Berhasil Dibentuk


Klik menu SPT, memilih menu Buka SPT. Akan terlihat daftar SPT yang telah Anda buat, memilih jaman pajak, klik menu buka SPT untuk diubah


Setelah itu, terkecuali SPT PPN Anda menjadi nihil, maka Anda mesti mengakses induk SPT yang dipilih namanya Formulir Induk-11. Klik menu SPT, memilih Formulir Induk dan klik menu 1111


Klik anggota VI, mengisi Tempat dan Tanggal Waktu Laporan, klik menu Simpan, terkecuali terlihat pesan Data Berhasil Disimpan, klik OK


Setelah simpan, memilih kembali di menu SPT, klik menu Buka SPT, memilih jaman pajak SPT yang akan dilaporkan, klik Buat File SPT (CSV), klik OK terkecuali terlihat pesan CSV SPT sukses dibikin dan cetak SPT Induk beserta lampiran AB didalam SPT Masa PPN 1111.


Simpan file PDF selanjutnya di Document dengan klik Save hingga dengan terlihat pesan PDF SPT Induk dan AB Berhasil Dibuat, kemudian klik OK


Cetak file CSV/PDF yang telah tersimpan di file Document dan juga masukkan CSV/PDF didalam flashdisk
Siap untuk dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan seterusnya melaporkan SPT PPN di sistem E-Filling Pajak
Demikian informmasi mengenai definisi, kewajiban pelaporan dan tutorial langkah pengisian SPT jaman PPN. Semoga dapat berfaedah bagi para pembaca!

Related Posts