Home Uncategorized Proses Pembuatan Minyak Atsiri Sederhana yang Mudah Dilakukan

Proses Pembuatan Minyak Atsiri Sederhana yang Mudah Dilakukan

by Happy Puspa

Proses pembuatan Minyak Atsiri Sederhana. Nah, Minyak Esensial merupakan minyak alami yang diekstrak dari suatu jenis tanaman tertentu. Biasanya minyak ini dihasilkan dari bagian akar, batang, daun, bunga, ataupun buah-buahan. Meskipun essential oil cenderung beraroma harum, namun tidak semua minyak esensial yang berbau harum bisa di jadikan sebagai aromaterapi. Sudah paham bukan penjelasan tentang minyak esensial? Yuk simak cara pembuatannya! 

Proses pembuatan Minyak Atsiri

Proses pembuatan Minyak Atsiri

1. Proses pembuatan minyak Atsiri Sederhana

Jika Anda ingin membuat versi simpel dari lemon oil, maka kamu cukup pakai lemon segar dan minyak zaitun (extra virgin olive oil) sebagai bahan utama.

Berikut adalah alat dan bahannya yang di perlukan:

  1. Lemon segar secukupnya, usahakan organik (Kamu juga bisa mengganti lemon segar dengan lemon peel powder).
  2. Wadah yang bisa ditutup dengan rapat, bisa mangkok ataupun toples kaca.
  3. Wadah kaca yang berwarna gelap.
  4. Minyak zaitun murni.
  5. Parutan.

Proses pembuatan minyak atsiri lemon yaitu sebagai berikut:

  1. Cuci bersih lemon kemudian kuliti. Pisahkan kulit dari buahnya. Kemudian sisihkan kulit.
  2. Setelah di kuliti, lalu parut kulit sampai habis. Saat memarut, jangan sampai kena bagian putihnya. Jadi Anda harus lebih hati-hati.
  3. Siapkan parutan kulit lemon yang telah kamu parut tadi sesuai dengan kebutuhan Anda.
  4. Masukkan parutan kulit lemon ke dalam sebuah wadah.
  5. Apabila Anda menggunakan lemon peel powder. Pastikan bahan yang digunakan adalah lemon yang kering.
  6. Masukkan minyak zaitun secukupnya ke dalam wadah tersebut sampai kulit lemon benar-benar tak terlihat (terendam secara sempurna).
  7. Kemudian, tutup rapat mangkok tersebut dan diamkan selama minimal 2 minggu.
  8. Jika sudah, saring menggunakan penyaring yang lubangnya halus supaya tidak ada residu yang ikut masuk.
  9. Setelah itu, buang residu yang terkumpul.
  10. Lalu tuang minyak yang sudah di saring ke dalam botol / gelas kaca gelap yang sudah Anda siapkan.
  11. Minyak lemon sudah siap Anda gunakan!

2. Proses pembuatan minyak atsiri esensial lemon menggunakan minyak kelapa

Apabila Anda tidak punya minyak zaitun, Anda bisa coba cara membuat minyak esensial lemon dengan minyak kelapa. Berikut adalah alat, bahan dan langkah pembuatannya.

Alat dan bahan yang di perlukan:

  1. 3-4 buah lemon, usahakan organik.
  2. Minyak kelapa.
  3. Wadah untuk menghangatkan.
  4. Botol untuk menyimpan.

Berikut adalah proses pembuatan minyak atsiri esensial lemon menggunakan minyak kelapa:

  1. Langkah pertama yaitu, cuci bersih buah lemon menggunakan air dingin yang mengalir kemudian keringkan.
  2. Kemudian, kupas kulit lemon dengan hati-hati, supaya bagian putih yang pahit tidak ikut terkupas.
  3. Masukkan kulit lemon dalam panci kecil. Lalu, siramkan minyak kelapa di atasnya sampai kulit lemon terendam.
  4. Letakkan di atas kompor kemudian nyalakan api dengan bertahap yaitu dari yang kecil kemudian sedang. Didihkan selama 5 menit.
  5. Setelah itu, angkat panci dan diamkan selama beberapa jam supaya lemon terserap dalam minyak.
  6. Jika sudah, saring dan masukkan dalam botol yang kedap udara untuk di simpan.
  7. Penyimpanannya sangat mudah, taruh saja di kulkas.

Inilah beberapa tanaman yang bisa menghasilkan minyak atsiri

Minyak atsiri menjadi komoditas ekspor agroindustri potensial yang menyumbang devisa negara. Berikut tujuh tanaman penghasil minyak atsiri:

1. nilam (Patchouli)

Ada tiga jenis nilam yaitu, nilam Aceh, nilam Sabun, dan nilam hutan atau nilam Jawa. Dari ketiga jenis tersebut, nilam Aceh yang paling tinggi kandungan minyaknya. Minyak nilam digunakan sebagai pengikat bahan-bahan pewangi seperti parfum dan kosmetik.

2. Akar Wangi (Vetiver)

Akar wangi termasuk jenis rerumputan yang memiliki bau yang khas dan wangi. Akar wangi banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum, kosmetik, dan bahan pewangi sabun.

3. Sereh (Citronella)

Sereh termasuk dalam keluarga rumput-rumputan. Terdapat dua varietas pada sereh wangi yaitu varietas Mahapegiri (java citronella oil) dan varietas Lenabatu (cylon citronella oil). Namun yang menghasilkan minyak terbaik adalah varietas Mahapegiri. Minyak ini banyak digunakan untuk pewangi
sabun, sprays, disinfektans, pestisida nabati, bahan pengilap, hingga peningkatan oktan BBM.

4. Cengkeh (Clove)

Tanaman cengkeh memiliki keunikan tersendiri, dimana semua bagian pohon terdapat kandungan minyak. Namun, kandungan minyak tertinggi pada bagian bunga yakni 20%. Minyak cengkeh banyak dijual dalam produk seperti eugenol, eugenol asetat, dimana sebagai bahan pembuatan parfum.

5. Pala (Nutmeg)

Tanaman yang dapat tumbuh di tanah berpasir bercampur humus ini, dapat menghasilkan minyak atsiri sekitar 7-16 %. Biji pala muda dapat menghasilkan minyak lebih banyak dibanding biji pala tua.

6. Kenanga (Cananaga)

Pohon kenanga termasuk tumbuhan yang biasa ditanam di perkarangan rumah. Tumbuhan ini dapat menghasilkan minyak atsiri, dimana kandungan minyak terbanyak terdapat pada bunganya yang telah berwarna kuning tua. Minyak kenanga sendiri digunakan pada industri pewangi sabun.

7. Cendana (Sandalwood)

Minyak cendana diperoleh dari hasil penyulingan jantung kayu cendana yang membutuhkan waktu cukup lama. Minyak cendana berperan penting di industri wewangian. Selain itu minyak ini menjadi bahan baku pengikat parfum ternama seperti Violet, Cassie, Rose, Reseda, dan sebagainya. (Arif Ferdianto)

Related Posts