Home Uncategorized RedDoorz dan OYO Rooms di Ranah VHO

RedDoorz dan OYO Rooms di Ranah VHO

by Happy Puspa

Maraknya aktifitas traveling yang dikerjakan oleh masyarakat Indonesia tak urung mengundang perusahaan startup untuk berlomba-lomba sedia kan fasilitas pemesanan kamar hotel dan tiket moda transportasi.

Di ranah Virtual Hotel Operator (VHO), RedDoorz menjadi salah satu pemainnya. Tidak cuma sedia kan jasa pemesanan kamar hotel seperti Online Travel Agent (OTA), perusahaan startup asal Singapura selanjutnya termasuk bekerjasama bersama hotel-hotel di Indonesia dalam hal manajemen hotel.

RedDoorz Pahami Karektiristik Lokal, OYO Punya Pengalaman

RedDoorz jadi masuk ke Indonesia pada 2015 lalu. Tiga bentuk ekspansi menjadi trik RedDoorz di Indonesia. Ketiga bentuk ekspansi selanjutnya adalah ekspansi geografi, segmen dan jumlah hotel. Per-September lantas RedDoorz sudah beroperasi di 20 kota di Indonesia bersama sedia kan lebih dari 3000 ribu kamar.

Dari jumlah kamar tersebut, di antaranya di sajikan oleh 500 hotel berstandar bintang 3 ke bawah dengan Franchise RedDoorz.
Pesatnya ekspansi RedDoorz di dukung oleh type usaha perusahaan yang sesuai bersama karakteristik mobile-driven, so last minute dan dinamis yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan di segi segmen pasar, RedDoorz menyasar mereka yang usianya 24 hingga 30 tahun. Separuhnya adalah laki-laki.

Keberadaan RedDoorz sendiri sebetulnya terinspirasi dari operator VHO terbesar di India yakni OYO Rooms. Perusahaan yang berdiri pada 2012 selanjutnya sudah sedia kan kamar hotel di 200 kota di India dan Malaysia. Total jumlah kamarnya capai 700 ribu kamar.

Namun belum lama ini, OYO Rooms sudah memutuskan untuk berekspansi pula ke Indonesia. Tak tanggung-tanggung, OYO memiliki rencana menancapkan kukunya di 35 kota di Indonesia hingga 2019 nanti. Untuk itu OYO sudah mempersiapkan budget ekspansi sebesar Rp 1,5 triliun.


Sebagai langkah awal, OYO dapat mempersiapkan 1000 kamar hotel di tiga kota besar yakni Jakarta, Surabaya, dan Palembang. Selanjutnya OYO dapat menyambangi Bandung, Yogyakarta dan Bali. Bentuk kerjasama yang dipilih bersama pebisnis hotel lokal adalah manchise atau management franchise., di mana pemilik hotel kudu tunduk pada standar operasional perusahaan.

Dengan masuknya OYO Rooms ke Indonesia, RedDoorz dapat memperoleh pesaing yang lumayan tangguh di ranah VHO. Belum lagi bersama ada VHO lain yang termasuk sudah masuk ke Indonesia seperti Airy Rooms dan ZEN Rooms.

Dailysocial mencatat, nyaris 60% pemesan kamar tetap memilih budget hotel sebagai tempat menginap. Karenanya, kesempatan untuk eksis di pasar budget hotel tetap besar. Kendati demikianlah banyaknya pemain di ranah ini termasuk menjadi alasan mengapa tidak semua VHO dapat bertahan lama. Belum lagi perusahaan startup kudu sedia kan budget miliaran untuk bertahan dan lakukan ekspansi. Salah satu perusahaan yang sekarang sudah tidak lagi beroperasi adalah NIDA Rooms.

Related Posts