Home Uncategorized Solar Panel Mahal dI karenakan Peminat Sedikit

Solar Panel Mahal dI karenakan Peminat Sedikit

by Happy Puspa

Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTSa) atau rooftop solar panel tetap dinilai mahal di Tanah Air dibandingkan listrik biasa. Salah satu penyebabnya yakni gara-gara pasar atau pengguna yang tetap sedikit.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) FX Sutijastoto menyebutkan pasar yang tetap kecil tersebut membawa dampak harga solar panel belum dapat kompetitif atau bersaing bersama dengan sumber energi listrik konvensional. Ia menyebutkan pasar atau penggunaan solar panel di Indonesia kapasitasnya tetap sebesar 100 megawatt (MW).

“PLTS itu harganya kompetitif dapat tidak mahal jika market-nya 500 MW,” kata Toto .Dengan pasar yang tetap kecil tersebut membawa dampak pabrikan-pabrikan atau pengembang pembangkit tipe ini kudu mengimpor komponen bersama dengan kuantitas kecil tetapi harganya relatif tinggi. Seperti halnya hukum ekonomi, jadi banyak supply maka harganya dapat jadi murah.

Toto menyebutkan pihaknya mencoba mendorong pasar solar panel bersama dengan menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru tidak benar satunya di sektor perikanan yang punya potensi lumayan besar. Ia menyebutkan sektor perikanan memerlukan listrik untuk cold storage atau penyimpanan hasil tangkapan laut.

Namun nyatanya, tetap banyak tempat yang punya potensi ikan yang besar tetapi ketersediaan cold storage terbatas. Padahal untuk menampung 100 ton hasil tangkapan. butuh listrik 300-400 kilowatt peak solar powered rooftop.

“Saya sudah berjumpa bersama dengan Sekjen KKKP kita dapat kembangkan lebih dari satu menjadi tahun ini, ada 14 wilayah yang kita sinergikan pada PLTS bersama dengan cold storage. Kalau kita kembangkan potensinya dapat 1.000 MW,” tutur Toto.

Selain itu, lanjut dia motivasi terhadap rooftop solar panel termasuk dilaksanakan lewat sinergi bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ia bilang PUPR punya program sejuta tempat tinggal yang dapat diintegrasikan bersama dengan PLTSa.

Related Posts